Awalnya aka melakukan diskusi soal alien dengan kakak twinflame aka pada tanggal 26 Maret 2016, kemudian mencari jawaban lewat cosmic diving saat siang itu, bisa dicek disini untuk hasilnya:
https://m.facebook.com/AkahideTenosha/photos/a.468743813154696.119525.466211526741258/1231654196863650/?type=3&source=56&ref=opera_speed_dial ,
https://m.facebook.com/AkahideTenosha/photos/a.468743813154696.119525.466211526741258/1231654196863650/?type=3&source=56&ref=opera_speed_dial ,
Kemudian tahun 2017, kakak twinflame aka lainnya melakukan diving mandiri, kali ini ke Deep Web dan mengirimkan hasilnya berupa gambar di bawah ini..
Di duga ini adalah foto dokumen kreatif buatan manusia berperadaban, tapi belum diketahui referensinya dari mana..
Mungkin saja ini hoax..
Unik ya,
Sekilas tentang mahluk yang ada di langit..
Terjemahan Makna
Surat Ar-Ra’d [13] Ayat15
ﻭﻟﻠﻪ ﻳﺴﺠﺪ ﻣﻦ ﻓﻰ ﭐﻟﺴﻤﻮﺕ
ﻭﭐﻟﺄﺭﺽ ﻃﻮﻋﺎ ﻭﻛﺮﻫﺎ ﻭﻇﻠﻠﻬﻢ
ﺑﭑﻟﻐﺪﻭ ﻭﭐﻝﺀﺍﺻﺎﻝ
"Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan KEMAUAN sendiri ataupun TERPAKSA (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.
****
Setelah melakukan retrokognisi, ada cerita unik soal asal muasal visual yang dituangkan ke dalam lembaran ini..
Banyak mahluk dari langit yang disandera di kerajaan bumi setelah sesampainya kunjungan mereka ke bumi.
Alasan penangkapan mereka adalah karena sifat keasingan mereka.
Zaman dahulu sangat susah memperoleh izin masuk bumi dikarenakan masih berbudaya keras sama seperti zaman manusia dahulu kala.
Ide penyanderaan ini dikarenakan mahluk langit ingin menyampaikan kebenaran mengenai ilmu pengetahuan tertentu.
tetapi kemudian jin-jin jahat disegel menggunakan segel nabi Sulaiman di laut merah.
sehingga kini pemahaman segel itu dikenal banyak orang dan dalam prakteknya dikembangkan.
Entah dem misi kepentingan pihak asing atau asli untuk kebaikan pribumi agar bisa rekat seperti mutual simbiosis atau hubungan bilateral antar dua wilayah bumi dan langit, isu ini merusak sisi emosional mahluk pribumi. Mungkin karena berpotensi dapat merusak rencana yang sudah disusun rapi oleh bangsa pribumi.
Layaknya mahluk langit lainnya, mereka tidak tahu menahu apa-apa yang terjadi di bumi selama mereka tinggal di daerah mereka sendiri. Mana mungkin akan menginvasi manusia, sementara mereka lebih taat dengan Dzat Tuhan dibandingkan mahluk pribumi.
Nah, selebihnya benar tidaknya kisah ini kita kembalikan ke Allah yang maha mengetahui, wallahu a'lam bi sawab..
:) semoga dapat merefleksi teman-teman sekalian~



