Dear Diary,
September adalah bulan
duka, dimana banyak cinta tapi banyak juga bencana alam dan kematian.
“September bulang berdarah” memberikan
suasana tegang dan penetralan diri, membuat setiap orang merasa terefleksi akan
sadar kematian masing-masing. Di bulan September ini, terbesit sebuah renungan
untuk ingin berbagi demi terwujudnya suasana saling terbuka dan menjadi diri
sendiri untuk bisa memperkenalkan sisi baik dari sebuah minat yang dapat
dikatakan abnormal dan masih bernilai tabu di lingkungan masayarakat.
Artikel malam ini diajukan untuk mengantar sebuah topic baru yang masih
belum bersifat kongret pada kepercayaan masyarakat umum sebab membutuhkan
kesangat-tenangan jiwa dalam membuktikan teori ini dengan menghentikan sejenak
aktifitas normal sehari-hari melalui kegiatan spiritual maupun transpersonal.
Klausa Bermuda adalah sebuah pemahaman yang baru-baru ini Aka temukan
secara kebetulan dalam pengalaman pribadi.
Teori ini Aka temukan akibat aktifitas Astral Projection yang Aka
alami tahun 2014 bulan Mei lalu tanpa sengaja. Aka tidak mengetahui apakah ini
pernah dibahas seseorang sebelumnya, namun Aka harap hasilnya membawa kondisi
baik-baik saja dan dapat dimanfaatkan halayak masyarakat untuk mawas diri dan berhati-hati
dalam kehidupannya.
Dalam tulisan yang masih diselimuti misteri ini semoga beberapa sahabat
pembaca dapat menarik sebuah kesimpulan penuh makna akan Kuasa Ilahi yang murni
terjadi secara nyata dan hanya dapat dirasakan oleh hati yang tulus dan nyaman
dalam menerima kekurangan diri dan kelemahan diri dalam menyadari betapa lebih
berkuasanya Allah yang Maha Esa. Tulisan ini hanya bisa dibuktikan dengan metode astral projection dan dream
walking, biasanya dengan cara dzikir ratusan kali dan bershalawat di tengah
malam tanpa diketahui orang lain lalu berbaring di tanah dan tidur disana,
dengan tujuan melihat “Angin Firaun” atas izin Allah.
Klausa Bermuda adalah teori yang menjelaskan kontaksi antara kegiatan metafisika yang terjadi secara
supernatural yang senantiasa
terjadi hingga akhir zaman nanti, dilakukan oleh alam bukan mahluk berakal
manapun.
Awal dari observasi yang Aka alami secara tanpa sengaja ini bukan lagsung
kedalam systemnya namun menyaksikan dari sisi terluar aktifitas bangun Klausa
Bermuda terlebih dahulu pada saat itu. Kemudian berkembang ke petunjuk
selanjutnya pada tahun 2016 dengan bantuan
kak Irkham Fajar.
Pengumpulan data mengenai Klausa Bermuda ini akhirnya menghasilkan
kesimpulan mengenai betapa luarbiasanya system alam yang diciptakan oleh Yang
Maha Esa, dan sampailah pada pemublikasian artikel berikut dengan tujuan untuk
membantu proses belajar para sahabat lainnya dalam menghayati keagungan system
yang Allah ciptakan secara berurutan dan Rasional sesuai Rasio maupun Parapsikologi.
Aka akan merasa sangat nyaman untuk berbagi dengan para sahabat penggemar
Supernatural mengenai perkembangan teori ini via diskusi dengan page www.
facebook.com/akahidetenosha.
******************************
Mari kita mulai pembahasan Klausa Bermuda “Angin
Fir’aun”.
Berawal dari suatu Dhuhur saat aka di Medan
tahun 2014 bulan Mei sebelum masuk ke bangku perkuliahan, aka tinggal di rumah
orang tua om Gono, terima kasih sudah memberi aka tumpangan ya om..
Disana selesai shalat Dhuhur aka berdzikir, aka
menikmati suasana dalam kesadaran saat itu tetapi hal aneh aka alami.
Aka sudah berada di dalam liang kuburan, aka
melihat ada angin hitam seperti kabut mengandung banyak abu hitam dan panas.
Angin itu bertiup membawa bibit penyakit dan dia berjalan keliling dunia tanpa
henti, dia menyerap sampah energy sisa dari afirmasi ilmu sihir jahat dan sisa
wabah penyakit akibat sihir jahat pula.
Angin itu terus berhembus hingga akhirnya
menyapu perkampungan dan perkotaan, hutan, pebukitan, dan lainnya.
Setiap badan manusia yang dilewati angin itu
akan dihinggapi abu hitam yang dibawa oleh angin itu dan kulit arinya akan
terbakar, sampai kepada organ hati dan otaknya tetapi manusia tidak akan pernah
tahu karena itu ghaib.
Jika angin itu berhembus kepada orang beriman
kepada Allah maka kulit orang itu tidak akan terbakar. Tetapi jika kebalikannya
maka akan terbakar dan hanya bisa sembuh jika orang itu berwudlu dan shalat.
Karena pasrah kepada Allah akan membuat energy panas negative pembakar tubuh
dan jiwa menjadi lenyap atau musnah seperti air yang mengering.
Setiap orang yang sudah terbakar oleh abu angin
yang menempel itu tadi akan menjadi kepanasan hatinya kemudian dia mengamuk
tidak jelas dan merusak tatanan harmoni di sekitarnya.
Akhibatnya akan terjadi banyak kerusuhan,
kesetanan, dan kasus kriminalitas yang dilakukan oleh warga di kota atau di
desa yang dilewati oleh angin itu.
Angin itu kadang seperti tornado yang sangat
besar dan kadang dia bertiup seperti ombak laut yang menyapu tanah, dia juga
bisa berjalan diatas air meskipun para ikan akan sehat dan baik-baik saja di
dalam air, tapi manusia tidak bisa berlindung didalam air untuk menghindari
angin itu, mereka hanya bisa berlindung jika masuk ke rumah yang digunakan
untuk shalat, mengaji al-Quran dan berdzikir setiap hari-malam.
Angin itu membawa biang bencana alam dan musibah
karena banyak sekali sampah-sampah energy sihir jahat yang bertebaran diatas
tanah yang dilakukan oleh manusia. Energy-energi sisa ilmu sihir itu akhirnya terkumpul layaknya
sampah dilautan yang menjadi pulau sampah, energy sihir jahat yang bertebaran
di udara pun terkumpul menjadi angin tornado yang besar. Dan abu energynya bisa
menjadi virus penyakit hati tambahan
bagi manusia yang tidak beriman. Padahal kalau difikirkan kembali, manusia
sudah susah sekali diuji setan dan nafsunya sendiri, kini justru ditambahi
dengan datangnya angin Fir’aun ini.
Ditahun 2016,
Pada tahun itu aka dan kak Irkham melakukan
perjalanan sengaja mencari sudah sampai mana angin itu berhembus. Ternyata
angin itu berhembus mendekati Indonesia. Suasana malam itu mengerikan, kami
terus saja berdzikir agar selamat. Dan besoknya kami cek ke sosmed dan
mendapati kabar dari beberapa orang bahwa tadi malam mereka merasakan hal aneh.
“Malam yang dingin tiba-tiba berubah menjadi panas. Dan keesokannya banyak
kasus terjadi, dan semua orang marah-marah” no picture hoax, ingin screenshoot
tapi akun sudah gosong oleh hacker. Apa boleh buat, mari kita buktikan sekali
lagi nanti, anda di rumah bisa melakukan dzikir dan melakukan perjalanan
mencari angin ini.
**********************************
Klausa Bermuda
**********************************
Setelah kami mendiskusikan hasil pengamatan
seperti diatas, maka kami coba untuk memecahkannya menjadi hal yang lebih rumit
lagi.
Kami menyebut peristiwa ini touring of klausa
Bermuda. Diambil dari nama segitiga Bermuda karena bersifat ghaib dan nyata,
dan klausa yang bermaksud “berhubungan”. Yaitu Angin ghaib yang bertiup ke
dunia nyata dan efeknya menjadi nyata, padahal angin ini muncul karena
disebabkan oleh hal ghaib tetapi bisa sampai membuatnya berkeliling dunia.
Angin Klausa Bermuda ini juga kami sebut angin
Fir’aun. Kak Faathir, adalah orang yang juga melihat angin ini pada tahun 2016
dia menyebutnya sebagai angin Fir’aun karena membawa bencana bagi sebuah
bangsa. Jadi, istilah ini juga kami aliaskan untuk angin Klausa Bermuda ini.
“Belum ada cara untuk mendeteksi pergerakan
angin ini karena tidak ada rumus yang bisa digunakan tetapi bisa dilihat
langsung dan rutenya itu berlawanan dengan arah datangnya suara adzan” karena
itulah dengan kemungkinan besar, angin ini menjauhi adzan dan seperti digiring
adzan. Saat adzan datang dia pergi saat adzan pergi dia datang, tetapi dia
bertiup menyerap energy negative terus. Datangnya menyapu daerah sehingga bisa
datang antara dua sampai tiga bulan sekali.
Tahun 2017,
Teori ini semakin termatangkan setelah aka
belajar mengenai cara mendownload data ghaib menggunakan hacking sky dengan
cosmic diving.
Menurut kak Irkham, cara membajak akun FB adalah
dengan mengetahui Passwordnya terlebih dahulu. Meskipun menggunakan email palsu
tetap nanti kuncinya adalah di password atau mengotak-atik data link akunnya.
Dan itu aka coba terapkan,
Passwordnya adalah berdoa:
Password setiap langit selain doa juga adalah
adzan.
Semakin banyak adzan di suatu daerah maka
langitnya semakin mudah untuk dihack dan kemudian bisa melakukan cosmic diving
disana.
Berdoalah saat ada Adzan, dan shalat sebelum ada
adzan di tempat lain. Lalu hubungkan keinginan dan ingatan yang kita miliki ke
langit, sabarkan hati dan tunggu, kita akan lihat hasilnya. Jika langit tidak
bereaksi maka berarti ada error dari kesadaran anda. Frekwensi kesabaran anda
belum sepelan dan sehalus frekwensi kosmik yang ada di langit tempat dimana
anda melakukan itu.
Pada tahun 2017 inilah akhirnya aka bisa
mewujudkan data mengenai angin klausa Bermuda:
Kemudian penelitian terus berlanjut untuk
mencari bagaimana rute angin klausa
Bermuda itu saat ini, sejak tahun 2016 kami meneliti mengenai gerakan bencana
alam dengan dream walking. Hasilnya mengejutkan, rute gerakannya membentuk
huruf S terbalik. Sayangnya banyak yang salah paham dengan maksud huruf S
terbalik ini. Selama satu tahun akhirnya bisa juga diwujudkan maksud dari letter
S yang terbalik itu:
Seperti yang kita ketahui, bahwa sekarang ini
adalah musim dari proxy war atau cyber war. Sahabat pembaca sekalian bisa
memeriksa apakah di Negara yang ada awannya di peta proxy world using di bawah
ini ada dilewati adzan atau tidak. Sementara itu, seperti kita tahu bahwa
Indonesia adalah Negara berpenyihir banyak.
Ada banyak kasus pesugihan, pellet, santet,
gendam, ilmu aji beladiri dan ilmu kebal lainnya yang menggunakan bantuan jin oleh
masyarakat Indonesia. Tetapi karena adanya adzan di Indonesia, maka angin ini
jarang berhembus ke Indonesia. Menyebabkan Indonesia diselubungi kabut hitam
tebal jika dilihat dari kaca mata penyihir Amerika dan Eropa. Menyebabkan
mereka susah untuk menyerang Indonesia secara ghaib.
Untuk itulah, akibatnya mereka secara nyata
justru mengirimkan banyak kekacauan lewat isu dan lain-lain untuk memecah
persatuan RI melewati sosmed dan memberitakan kabar-kabar miring mengenai isu
adanya perang dunia dan lain-lain yang dipicu banyak hal.
Indonesia sebenarnya merupakan Negara yang aman
dan damai tetapi masyarakatnya terus saja dipecah belah supaya rebut sendiri
memperebutkan sesuatu yang tidak nyata kepentingannya. Padahal, kepentingan
yang tidak nyata itu bisa diraih dengan cara bekerja sama.
Sekarang kita analisa apakah bencana alam
terjadi karena dilewati angin ini? Tidak!
Gerakan alam selalu dipicu oleh bagian alam lain
sebelumnya dan menjadi sambungan seperti rantai berantai yang tertarik.
Sehingga angin ini hanyalah membawa hawa
keburukan dari manusia kepada manusia itu lagi tetapi dalam faktanya angin ini
membawa energy sisa dari praktik ilmu sihir. Jika kita renungi ternyata, masih
banyak penyihir di dunia ini hingga bisa membuat angin sebesar itu berhembus
keliling dunia. Masihkah anda ingin memelihara ilmu sihir dan mempraktekkannya
jika itu merugikan banyak orang?
Note :
Setiap orang
bukanlah menciptakan teori berdasarkan vision baru yang diciptakan oleh memori.
Adanya memori adalah karena filem yang sudah pernah direkam oleh otak,
sedangkan secara rasional bagaimana otak manusia bisa memproduksi memori baru?
Dalam artikel sebelumnya Aka sempat menyinggung bahwa sebenarnya segala
kejadian yang ada di dunia ini rekaman dokumentasinya tersimpan dalam setiap
butir kosmik yang bertebaran di alam semesta, karena itulah para Egyptian
bisa terinspirasi mengenai Piramida.
Proses penerimaan memori dokumentasi dari kosmik yang bertebaran di alam
dapat terjadi pada diri seseorang saat kondisi jiwa dalam keadaan tenang
seirama dengan gerakan alami semesta. Kemudian memori yang diterima seseorang
akan dikembangkan otak secara inovatif dengan dilengkapi beberapa bagian memori
pengalaman yang sudah pernah direkam otak. Di sisi lain dapat terjadi peluang
bagi memori yang diterima untuk dikembangkan oleh otak dengan bahan memori lain
yang diterima pada waktu selanjutnya maupun sebelumnya.
Penghubungan memori lama dengan memori baru dari hasil yang diterima dari
kosmik ini dapat terjadi secara berurutan dalam proses otomatis jika kondisi
kesadaran jiwa dalam siklus Flow atau tenang diatas ketenangan. Untuk
mendapatkan kondisi ini maka kita dianjurkan untuk selalu mengembangkan bakat
dalam pengendalian sisi emosional yang berlebihan agar tidak terpacu oleh
masalah yang dapat memicu stress dan bersifat penghalang bagi kesadaran untuk
menikmati setiap perjalangan hidup.
Otak hanya merekam memori secara rapi untuk kemudian diolah menjadi
lebih ringkas atau praktis dan bahkan bisa menjadi lebih terjabarkan dengan
matang namun sesuai dengan quota yang jiwa sediakan. Ini adalah insting alami
pada system kesadaran manusia untuk lebih mudah memahami dan menerima pemahaman
dari memori dokumentasi baru.
Filosofi spiritual mengenai piramida ada sejak proses pengembangan
rutinitas bumi terjadi. pesan-pesan mengenai gerakan rute energy pada bumi
disampaikan oleh kosmik yang merekam kejadian yang berenang di sekujur
bagian alam semesta ini. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa energy yang
mana memori para kosmik dapat diterima oleh energy yang terkandung
pada tubuh mahluk hidup. Otak kita memiliki energy, maka energy otak dapat
membantu kita dalam menterjemahkan isi pesan tersebut. Otak kemudian
menyambungkan isi pesan tersebut dengan isi pesan lainnya yang berupa visual,
kemistri, dan bahasa verbal sehingga menghasilkan kesimpulan yang lebih praktis
untuk disimpan menjadi memori pribadi.
Dear Diary,
September adalah bulan
duka, dimana banyak cinta tapi banyak juga bencana alam dan kematian.
“September bulang berdarah” memberikan
suasana tegang dan penetralan diri, membuat setiap orang merasa terefleksi akan
sadar kematian masing-masing. Di bulan September ini, terbesit sebuah renungan
untuk ingin berbagi demi terwujudnya suasana saling terbuka dan menjadi diri
sendiri untuk bisa memperkenalkan sisi baik dari sebuah minat yang dapat
dikatakan abnormal dan masih bernilai tabu di lingkungan masayarakat.
Artikel malam ini diajukan untuk mengantar sebuah topic baru yang masih
belum bersifat kongret pada kepercayaan masyarakat umum sebab membutuhkan
kesangat-tenangan jiwa dalam membuktikan teori ini dengan menghentikan sejenak
aktifitas normal sehari-hari melalui kegiatan spiritual maupun transpersonal.
Klausa Bermuda adalah sebuah pemahaman yang baru-baru ini Aka temukan
secara kebetulan dalam pengalaman pribadi.
Teori ini Aka temukan akibat aktifitas Astral Projection yang Aka
alami tahun 2014 bulan Mei lalu tanpa sengaja. Aka tidak mengetahui apakah ini
pernah dibahas seseorang sebelumnya, namun Aka harap hasilnya membawa kondisi
baik-baik saja dan dapat dimanfaatkan halayak masyarakat untuk mawas diri dan berhati-hati
dalam kehidupannya.
Dalam tulisan yang masih diselimuti misteri ini semoga beberapa sahabat
pembaca dapat menarik sebuah kesimpulan penuh makna akan Kuasa Ilahi yang murni
terjadi secara nyata dan hanya dapat dirasakan oleh hati yang tulus dan nyaman
dalam menerima kekurangan diri dan kelemahan diri dalam menyadari betapa lebih
berkuasanya Allah yang Maha Esa. Tulisan ini hanya bisa dibuktikan dengan metode astral projection dan dream
walking, biasanya dengan cara dzikir ratusan kali dan bershalawat di tengah
malam tanpa diketahui orang lain lalu berbaring di tanah dan tidur disana,
dengan tujuan melihat “Angin Firaun” atas izin Allah.
Klausa Bermuda adalah teori yang menjelaskan kontaksi antara kegiatan metafisika yang terjadi secara
supernatural yang senantiasa
terjadi hingga akhir zaman nanti, dilakukan oleh alam bukan mahluk berakal
manapun.
Awal dari observasi yang Aka alami secara tanpa sengaja ini bukan lagsung
kedalam systemnya namun menyaksikan dari sisi terluar aktifitas bangun Klausa
Bermuda terlebih dahulu pada saat itu. Kemudian berkembang ke petunjuk
selanjutnya pada tahun 2016 dengan bantuan
kak Irkham Fajar.
Pengumpulan data mengenai Klausa Bermuda ini akhirnya menghasilkan
kesimpulan mengenai betapa luarbiasanya system alam yang diciptakan oleh Yang
Maha Esa, dan sampailah pada pemublikasian artikel berikut dengan tujuan untuk
membantu proses belajar para sahabat lainnya dalam menghayati keagungan system
yang Allah ciptakan secara berurutan dan Rasional sesuai Rasio maupun Parapsikologi.
Aka akan merasa sangat nyaman untuk berbagi dengan para sahabat penggemar
Supernatural mengenai perkembangan teori ini via diskusi dengan page www.
facebook.com/akahidetenosha.
******************************
Mari kita mulai pembahasan Klausa Bermuda “Angin
Fir’aun”.
Berawal dari suatu Dhuhur saat aka di Medan
tahun 2014 bulan Mei sebelum masuk ke bangku perkuliahan, aka tinggal di rumah
orang tua om Gono, terima kasih sudah memberi aka tumpangan ya om..
Disana selesai shalat Dhuhur aka berdzikir, aka
menikmati suasana dalam kesadaran saat itu tetapi hal aneh aka alami.
Aka sudah berada di dalam liang kuburan, aka
melihat ada angin hitam seperti kabut mengandung banyak abu hitam dan panas.
Angin itu bertiup membawa bibit penyakit dan dia berjalan keliling dunia tanpa
henti, dia menyerap sampah energy sisa dari afirmasi ilmu sihir jahat dan sisa
wabah penyakit akibat sihir jahat pula.
Angin itu terus berhembus hingga akhirnya
menyapu perkampungan dan perkotaan, hutan, pebukitan, dan lainnya.
Setiap badan manusia yang dilewati angin itu
akan dihinggapi abu hitam yang dibawa oleh angin itu dan kulit arinya akan
terbakar, sampai kepada organ hati dan otaknya tetapi manusia tidak akan pernah
tahu karena itu ghaib.
Jika angin itu berhembus kepada orang beriman
kepada Allah maka kulit orang itu tidak akan terbakar. Tetapi jika kebalikannya
maka akan terbakar dan hanya bisa sembuh jika orang itu berwudlu dan shalat.
Karena pasrah kepada Allah akan membuat energy panas negative pembakar tubuh
dan jiwa menjadi lenyap atau musnah seperti air yang mengering.
Setiap orang yang sudah terbakar oleh abu angin
yang menempel itu tadi akan menjadi kepanasan hatinya kemudian dia mengamuk
tidak jelas dan merusak tatanan harmoni di sekitarnya.
Akhibatnya akan terjadi banyak kerusuhan,
kesetanan, dan kasus kriminalitas yang dilakukan oleh warga di kota atau di
desa yang dilewati oleh angin itu.
Angin itu kadang seperti tornado yang sangat
besar dan kadang dia bertiup seperti ombak laut yang menyapu tanah, dia juga
bisa berjalan diatas air meskipun para ikan akan sehat dan baik-baik saja di
dalam air, tapi manusia tidak bisa berlindung didalam air untuk menghindari
angin itu, mereka hanya bisa berlindung jika masuk ke rumah yang digunakan
untuk shalat, mengaji al-Quran dan berdzikir setiap hari-malam.
Angin itu membawa biang bencana alam dan musibah
karena banyak sekali sampah-sampah energy sihir jahat yang bertebaran diatas
tanah yang dilakukan oleh manusia. Energy-energi sisa ilmu sihir itu akhirnya terkumpul layaknya
sampah dilautan yang menjadi pulau sampah, energy sihir jahat yang bertebaran
di udara pun terkumpul menjadi angin tornado yang besar. Dan abu energynya bisa
menjadi virus penyakit hati tambahan
bagi manusia yang tidak beriman. Padahal kalau difikirkan kembali, manusia
sudah susah sekali diuji setan dan nafsunya sendiri, kini justru ditambahi
dengan datangnya angin Fir’aun ini.
Ditahun 2016,
Pada tahun itu aka dan kak Irkham melakukan
perjalanan sengaja mencari sudah sampai mana angin itu berhembus. Ternyata
angin itu berhembus mendekati Indonesia. Suasana malam itu mengerikan, kami
terus saja berdzikir agar selamat. Dan besoknya kami cek ke sosmed dan
mendapati kabar dari beberapa orang bahwa tadi malam mereka merasakan hal aneh.
“Malam yang dingin tiba-tiba berubah menjadi panas. Dan keesokannya banyak
kasus terjadi, dan semua orang marah-marah” no picture hoax, ingin screenshoot
tapi akun sudah gosong oleh hacker. Apa boleh buat, mari kita buktikan sekali
lagi nanti, anda di rumah bisa melakukan dzikir dan melakukan perjalanan
mencari angin ini.
**********************************
Klausa Bermuda
**********************************
Setelah kami mendiskusikan hasil pengamatan
seperti diatas, maka kami coba untuk memecahkannya menjadi hal yang lebih rumit
lagi.
Kami menyebut peristiwa ini touring of klausa
Bermuda. Diambil dari nama segitiga Bermuda karena bersifat ghaib dan nyata,
dan klausa yang bermaksud “berhubungan”. Yaitu Angin ghaib yang bertiup ke
dunia nyata dan efeknya menjadi nyata, padahal angin ini muncul karena
disebabkan oleh hal ghaib tetapi bisa sampai membuatnya berkeliling dunia.
Angin Klausa Bermuda ini juga kami sebut angin
Fir’aun. Kak Faathir, adalah orang yang juga melihat angin ini pada tahun 2016
dia menyebutnya sebagai angin Fir’aun karena membawa bencana bagi sebuah
bangsa. Jadi, istilah ini juga kami aliaskan untuk angin Klausa Bermuda ini.
“Belum ada cara untuk mendeteksi pergerakan
angin ini karena tidak ada rumus yang bisa digunakan tetapi bisa dilihat
langsung dan rutenya itu berlawanan dengan arah datangnya suara adzan” karena
itulah dengan kemungkinan besar, angin ini menjauhi adzan dan seperti digiring
adzan. Saat adzan datang dia pergi saat adzan pergi dia datang, tetapi dia
bertiup menyerap energy negative terus. Datangnya menyapu daerah sehingga bisa
datang antara dua sampai tiga bulan sekali.
Tahun 2017,
Teori ini semakin termatangkan setelah aka
belajar mengenai cara mendownload data ghaib menggunakan hacking sky dengan
cosmic diving.
Menurut kak Irkham, cara membajak akun FB adalah
dengan mengetahui Passwordnya terlebih dahulu. Meskipun menggunakan email palsu
tetap nanti kuncinya adalah di password atau mengotak-atik data link akunnya.
Dan itu aka coba terapkan,
Passwordnya adalah berdoa:
Password setiap langit selain doa juga adalah
adzan.
Semakin banyak adzan di suatu daerah maka
langitnya semakin mudah untuk dihack dan kemudian bisa melakukan cosmic diving
disana.
Berdoalah saat ada Adzan, dan shalat sebelum ada
adzan di tempat lain. Lalu hubungkan keinginan dan ingatan yang kita miliki ke
langit, sabarkan hati dan tunggu, kita akan lihat hasilnya. Jika langit tidak
bereaksi maka berarti ada error dari kesadaran anda. Frekwensi kesabaran anda
belum sepelan dan sehalus frekwensi kosmik yang ada di langit tempat dimana
anda melakukan itu.
Pada tahun 2017 inilah akhirnya aka bisa
mewujudkan data mengenai angin klausa Bermuda:
Kemudian penelitian terus berlanjut untuk
mencari bagaimana rute angin klausa
Bermuda itu saat ini, sejak tahun 2016 kami meneliti mengenai gerakan bencana
alam dengan dream walking. Hasilnya mengejutkan, rute gerakannya membentuk
huruf S terbalik. Sayangnya banyak yang salah paham dengan maksud huruf S
terbalik ini. Selama satu tahun akhirnya bisa juga diwujudkan maksud dari letter
S yang terbalik itu:
Seperti yang kita ketahui, bahwa sekarang ini
adalah musim dari proxy war atau cyber war. Sahabat pembaca sekalian bisa
memeriksa apakah di Negara yang ada awannya di peta proxy world using di bawah
ini ada dilewati adzan atau tidak. Sementara itu, seperti kita tahu bahwa
Indonesia adalah Negara berpenyihir banyak.
Ada banyak kasus pesugihan, pellet, santet,
gendam, ilmu aji beladiri dan ilmu kebal lainnya yang menggunakan bantuan jin oleh
masyarakat Indonesia. Tetapi karena adanya adzan di Indonesia, maka angin ini
jarang berhembus ke Indonesia. Menyebabkan Indonesia diselubungi kabut hitam
tebal jika dilihat dari kaca mata penyihir Amerika dan Eropa. Menyebabkan
mereka susah untuk menyerang Indonesia secara ghaib.
Untuk itulah, akibatnya mereka secara nyata
justru mengirimkan banyak kekacauan lewat isu dan lain-lain untuk memecah
persatuan RI melewati sosmed dan memberitakan kabar-kabar miring mengenai isu
adanya perang dunia dan lain-lain yang dipicu banyak hal.
Indonesia sebenarnya merupakan Negara yang aman
dan damai tetapi masyarakatnya terus saja dipecah belah supaya rebut sendiri
memperebutkan sesuatu yang tidak nyata kepentingannya. Padahal, kepentingan
yang tidak nyata itu bisa diraih dengan cara bekerja sama.
Sekarang kita analisa apakah bencana alam
terjadi karena dilewati angin ini? Tidak!
Gerakan alam selalu dipicu oleh bagian alam lain
sebelumnya dan menjadi sambungan seperti rantai berantai yang tertarik.
Sehingga angin ini hanyalah membawa hawa
keburukan dari manusia kepada manusia itu lagi tetapi dalam faktanya angin ini
membawa energy sisa dari praktik ilmu sihir. Jika kita renungi ternyata, masih
banyak penyihir di dunia ini hingga bisa membuat angin sebesar itu berhembus
keliling dunia. Masihkah anda ingin memelihara ilmu sihir dan mempraktekkannya
jika itu merugikan banyak orang?
Note :
Setiap orang
bukanlah menciptakan teori berdasarkan vision baru yang diciptakan oleh memori.
Adanya memori adalah karena filem yang sudah pernah direkam oleh otak,
sedangkan secara rasional bagaimana otak manusia bisa memproduksi memori baru?
Dalam artikel sebelumnya Aka sempat menyinggung bahwa sebenarnya segala
kejadian yang ada di dunia ini rekaman dokumentasinya tersimpan dalam setiap
butir kosmik yang bertebaran di alam semesta, karena itulah para Egyptian
bisa terinspirasi mengenai Piramida.
Proses penerimaan memori dokumentasi dari kosmik yang bertebaran di alam
dapat terjadi pada diri seseorang saat kondisi jiwa dalam keadaan tenang
seirama dengan gerakan alami semesta. Kemudian memori yang diterima seseorang
akan dikembangkan otak secara inovatif dengan dilengkapi beberapa bagian memori
pengalaman yang sudah pernah direkam otak. Di sisi lain dapat terjadi peluang
bagi memori yang diterima untuk dikembangkan oleh otak dengan bahan memori lain
yang diterima pada waktu selanjutnya maupun sebelumnya.
Penghubungan memori lama dengan memori baru dari hasil yang diterima dari
kosmik ini dapat terjadi secara berurutan dalam proses otomatis jika kondisi
kesadaran jiwa dalam siklus Flow atau tenang diatas ketenangan. Untuk
mendapatkan kondisi ini maka kita dianjurkan untuk selalu mengembangkan bakat
dalam pengendalian sisi emosional yang berlebihan agar tidak terpacu oleh
masalah yang dapat memicu stress dan bersifat penghalang bagi kesadaran untuk
menikmati setiap perjalangan hidup.
Otak hanya merekam memori secara rapi untuk kemudian diolah menjadi
lebih ringkas atau praktis dan bahkan bisa menjadi lebih terjabarkan dengan
matang namun sesuai dengan quota yang jiwa sediakan. Ini adalah insting alami
pada system kesadaran manusia untuk lebih mudah memahami dan menerima pemahaman
dari memori dokumentasi baru.
Filosofi spiritual mengenai piramida ada sejak proses pengembangan
rutinitas bumi terjadi. pesan-pesan mengenai gerakan rute energy pada bumi
disampaikan oleh kosmik yang merekam kejadian yang berenang di sekujur
bagian alam semesta ini. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa energy yang
mana memori para kosmik dapat diterima oleh energy yang terkandung
pada tubuh mahluk hidup. Otak kita memiliki energy, maka energy otak dapat
membantu kita dalam menterjemahkan isi pesan tersebut. Otak kemudian
menyambungkan isi pesan tersebut dengan isi pesan lainnya yang berupa visual,
kemistri, dan bahasa verbal sehingga menghasilkan kesimpulan yang lebih praktis
untuk disimpan menjadi memori pribadi.





.gif)
.jpg)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.png)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)
.gif)





















.gif)