Setiap kali diskusi soal iblis yang disembah satanis, eh pengikutnya datang -_-
Berdasarkan referensi dari buku “Dialog Dengan Jin Muslim” karya Muhammad Isa Dawud, Iblis merupakan golongan Jin. Cukup, dari statemen ini aka setuju.
Berdasarkan referensi dari buku “Dialog Dengan Jin Muslim” karya Muhammad Isa Dawud, Iblis merupakan golongan Jin. Cukup, dari statemen ini aka setuju.
Selanjutnya, aka menemukan banyak
pengalaman hasil dari dream walking sejak tahun 2013. Aka melakukannya untuk
mencari tahu pengetahuan yang tidak bisa aka jangkau melalui mata fisik.
Sementara jika aka melakukan ‘penerawangan’ aka takut terkena ilusi, sebab
angan-angan manusia itu rawan dengan halusinasi. Nah..
Seperti yang kita ketahui bahwa setan
itu artinya ‘Jauh’ dari bahasa Arab yah..
Untuk melengkapi pengetahuan dasar
mengenai setan, aka coba ajukan artikel berikut ini
V
V
V
Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Tak ada satupun dari golongan kaum
muslimin yang mengingkari keberadaan jin. Demikian pula mayoritas kaum kuffar
meyakini keberadaannya. Ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani pun
mengakui eksistensinya sebagaimana pengakuan kaum muslimin, meski ada sebagian
kecil dari mereka yang mengingkarinya. Sebagaimana ada pula di antara kaum
muslimin yang mengingkarinya yakni dari kalangan orang yang belum memiliki
pengalaman di ganggu jin dan sebagian adalah orang Mu’tazilah.
Jin, Setan, dan Iblis..
Kalimat jin, setan, ataupun juga Iblis
seringkali disebutkan dalam Al-Quran, bahkan mayoritas kita pun sudah tidak
asing lagi mendengarnya. Sehingga eksistensinya sebagai makhluk Allah Subhanahu
wa Ta’ala tidak lagi diragukan, berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah serta ijma’
ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tinggal persoalannya, apakah jin, setan, dan
Iblis itu tiga makhluk yang berbeda dengan penciptaan yang berbeda, ataukah
mereka itu bermula dari satu asal atau termasuk golongan para malaikat?
Siapakah Iblis?
Terjadi perbedaan pendapat dalam hal
asal-usul iblis, apakah berasal dari malaikat atau dari jin.
Pendapat pertama menyatakan bahwa iblis
berasal dari jenis jin. Ini adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu.
Beliau menyatakan: “Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap
matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah
asal-usul manusia.” (Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat Al-Kahfi ayat
50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya)
Siapakah Setan?
Setan atau Syaithan (شَيْطَانٌ) dalam bahasa Arab diambil dari kata (شَطَنَ) yang berarti jauh. Ada pula yang mengatakan bahwa itu dari
kata (شَاطَ) yang berarti terbakar atau batal.
Pendapat yang pertama lebih kuat menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga
kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah Subhanahu
wa Ta’ala (Al-Misbahul Munir, hal. 313).
Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam
bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau dari
segala sesuatu.
Gambaran Tentang Iblis dan Setan
Iblis adalah wazan dari fi’il, diambil
dari asal kata al-iblaas yang bermakna at-tai`as (putus asa) dari rahmat Allah
Subhanahu wa Ta’ala.
Mereka adalah musuh nomer wahid bagi
manusia, musuh bagi Adam dan keturunannya. Dengan kesombongan dan analoginya
yang rusak serta kedustaannya, mereka berani menentang perintah Allah Subhanahu
wa Ta’ala saat mereka enggan untuk sujud kepada Adam.
Semoga kita semua terlindung dari
godaan-godaannya. Wal ’ilmu ’indallah.
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf. Perbedaan
Antara Jin, Setan dan Iblis, salfy.or.id
V
V
V
V
Nah..
Kita sudah mendapatkan gambaran
mengenai setan dan iblis bukan?
Setan yang aka tahu dari Ustadz Karim
dari pondok pesantren Hidayatus Sholihin-Gurah-Kediri, beliau guru aka
menerangkan bahwa setan adalah kosakata yang bisa difungsikan kepada beberapa
jenis:
- Setan
adalah sebutan bagi sifat yang jauh dari rahmat allah
- Setan
adalah sebutan bagi golongan mahluk
yang membuat jauh rahmat Allah, contoh:
-Banu menggoda temannya agar minum hamr
(Minuman memabukkan), maka Banu disebut Manusia Setan.
-Seekor cicak tertawa saat Rasulullah
bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy di gua Hira, maka cicak tersebut
disebut binatang Setan.
-Seekor jin dari pantai selatan
berkehendak menikahi Paijo (seorang manusia) kemudian menyihir supaya Paijo
jatuh cinta dan mau menikahi jin itu, maka jin itu disebut jin setan.
-Ada golongan jin keturunan iblis,
yaitu anak-anak dari jin yang sudah berhubungan badan dengan iblis, mereka
memiliki kemampuan sihir – menjelma menjadi sosok tertentu dan gemar mencelakakan
manusia agar terjerumus kepada kemaksiatan dan kesesatan keyakinan maka mereka
disebut setan.
Nah..
Iblis diketahui hanya ada satu dan
diberi rupa yang buruk oleh Allah SWT karena bersikap sombong dengan tidak
bersujud kepada Nabi Adam AS, lalu diusir dari surga. Oleh karena itu,
keturunannya yaitu setan juga memiliki rupa yang buruk.
Lalu siapakah nenek moyang Jin?
Sementara iblis diciptakan terlebih dulu sebelum adam.
Aduh,
Kata Azazil merupakan bahasa Arab Kuno yang terdiri dari dua suku kata yaitu Aziz (عزيز) yang berarti terhormat, berharga, sangat kuat dan (ال) Eil yang merupakan penamaan Allah di zaman Arab Kuno. Azazil secara harfiah berarti Makhluk kuat Allah atau Makhluk terhormat Allah.
Azâzîl terdiri atas al-‘azâz yang berarti 'hamba' dan al-îl yang berarti 'Allah' . Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti kebanggaan atau kesombongan atau dapat diartikan sebagai mahluk yang membawa kesombongannya milik Allah Dinamakan demikian karena ia tercipta dari api. Kata al-‘azâz (العزاز) terdiri dari empat huruf, yaitu huruf ‘ain, zây, alif, dan zây yang kedua. Masing-masing huruf menunjukkan sepak terjang iblis, karena setiap nama itu menunjukkan perbuatan pemiliknya.
Dari huruf ‘ain muncul kata ‘ulluw ‘kesombongan’, dari huruf zây muncul kata zuhw ‘sikap takabur’, dari huruf alif muncul kata ibâ’ ‘pembangkangan’ dan istikbâr ‘sifat angkuh’. Kesombongan, sikap takabur, pembangkangan, dan sifat angkuh merupakan sifat-sifat yang dimiliki iblis. Inilah tafsir nama asli iblis yaitu Azâzîl.
Azâzîl sangat banyak memiliki nama panggilan seperti, "Abu Kurdus", Sayid al-Malaikat dan Khazin al-Jannah. Di setiap langit ia memiliki julukan yang sangat bagus,sampai akhirnya dipanggil "Iblis" oleh Allah, ketika ia tidak mau menghormati Adam. Julukannya adalah sebagai berikut:
- Langit pertama ar-Rafii'ah, Ahli ibadah (al-Abid),
- Langit kedua al-Maa'uun, Ahli ruku (ar-Raki),
- Langit ketiga al-Maziinah, Ahli sujud (as-Saajid),
- Langit keempat az-Zahirah, Selalu merendah dan takluk kepada Allah (al-Khaasyi),
- Langit kelima al-Muniirah, Selalu ta'at (al-Qaanit),
- Langit keenam al-Khaliishah, Bersungguh-sungguh dalam beribadah (al-Mujtahid),
- Langit ketujuh al-Ajiibah, Sederhana dalam menggunakan sarana hidup (az-Zahid).
Sebelum dilaknat oleh Allah, Azâzîl memiliki wajah rupawan cemerlang, mempunyai empat sayap, banyak ilmu, terbanyak dalam hal ibadah serta menjadi kebanggaan para malaikat dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyyuun, memiliki tempat dibeberapa langit, mendengarkan berita-berita rahasia Tuhan dan masih banyak lagi.
| “ | ...dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang, barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) (Al-Jin 9:72) | ” |
Setelah ia enggan untuk bersujud kepada Adam, Allah memanggilnya Iblis dan mengubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlang menjadi bentuk seperti babi hutan. Allah mengubah kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti ketel tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.
Azâzîl diberi umur hingga hari akhir kiamat. Dengan janji untuk menyesatkan manusia sebanyak mungkin dan menemaninya di neraka Jahannam kelak.
Permintaan Azâzîl kepada Allah:
| “ | Berkata iblis: Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.(Al-Hijr, 15:36) | ” |
Lalu Allah menjawab:
| “ | Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya. (Shaad, 38:85) Gunung Azazil (Jabal Muntar) di Gurun Yudea, Suriah, yang dianggap sebagai tempat dimana Azazil dibuang ke bumi. |
sebelum peristiwa big bang (tercipta alam semesta),tentu kita selaras dengan pengetahuan modern kini ,dari hasil temuan riset para ilmuwan yang dengan teori “awan gas” mengungkapkan bahwa alam semesta sebelumnya masih terpadu (menjadi satu). Maka bukankah 1400 tahun silam,Tuhan telah menyiratkan pengetahuan tersebut dalam Al-Qur’an?
Berbagai surah dalam Al-Qur’an yang menegaskan tentang ilmu pengetahuan, asal muasal, keberadaan dan kelahiran jagat raya / universal, yakni :
Pada Al-Qur’an Surah : 21. Al Anbiyaa’:30)
Berbagai surah dalam Al-Qur’an yang menegaskan tentang ilmu pengetahuan, asal muasal, keberadaan dan kelahiran jagat raya / universal, yakni :
Pada Al-Qur’an Surah : 21. Al Anbiyaa’:30)
ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِوَهِيَدُخَانٌ
“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap(gas)….”.(QS. 41. Fushshilat :11)
Alam semesta sebelumnya masih terpadu (menjadi satu),
أَنَّٱلسَّمَـٰوَ تِوَ وَٱلۡأَرۡضَڪَانَتَا
“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap(gas)….”.(QS. 41. Fushshilat :11)
Juga renungi pada ayat ayat berikut : (QS.7. Al A’raaf:54) , (QS.10. Yunus:3) , (QS. 11. Huud:7) , (QS. 25. Al Furqaan:59) , (QS.50. Qaaf:38) , (QS.57. Al Hadiid:4).
Juga renungi pada ayat ayat berikut : (QS.7. Al A’raaf:54) , (QS.10. Yunus:3) , (QS. 11. Huud:7) , (QS. 25. Al Furqaan:59) , (QS.50. Qaaf:38) , (QS.57. Al Hadiid:4).
Pada masa itu belum tercipta susunan kehidupan alam semesta secara rumit, apalagi keberadaan makhluk Jin dan manusia, yang baru diadakan setelah kurun masa yang amat jauh di milyaran tahun ke depannya, maka ketika pada awal kelahiran semesta yakni pasca peristiwa big bang, yang dengan peristiwa besar itu menjadikan terbentuknya sistem tata surya semesta (Gugusan planet,bintang,galaxy dan bumi), barulah Tuhan berkehendak mengadakan cikal bakal kehidupan makhluk. Maka mula mula Dia terlebih dahulu mengisi cikal bakal kehidupan ini dengan menciptakan binatang (microba) dan tumbuhan (parasit) dari air. (QS. 24. An Nuur:45) , (QS. 21. Al Anbiyaa’:30) , (QS. 31. Luqman:10)
Itu pengetahuan cikal bakal kehidupan makhluk alam semesta pasca big bang. Lantas bagaimana keadaan alam sebelum semua itu? Apa bentuk alam ketika itu? Ada peristiwa apa saja sebelum itu? Maka pertanyaan pertanyaan yang terngiang dalam benak kitapun hadir. Dan secara bijaksana pertanyaan pertanyaan yang demikian tidaklah menjadikan “pamali” untuk dikemukakan serta tidaklah harus digiring ke arah pemikiran yang diharamkan. Sebab sesungguhnya Tuhan memberikan keleluasaan dan peluang bagi hamba-Nya untuk selalu menggali,mendalami,menenggelami dan mentadzaburi samudera ilmu-Nya seluas luasnya. Maka itulah hikmah Al-Qur’an diturunkan. Maka hanya bagi hamba hamba-Nya tertentu yang mampu memahami akan semua ini.
Setelah sekian lama menelusuri pengetahuan pengetahuan akan rahasia keMaha Besaran-Nya,berikut sedikit pengetahuan tentang tahapan penciptaan makhluk serta kehidupannya yang bersumber dari pengetahuan para alim ulama shalaf yang hidupnya penuh dengan tirakat dan ketawadu’an,namun dianugerahi pandangan keruhanian yang tajam.
URUTAN PENCIPTAAN MAKHLUK DAN KEHIDUPANNYA :
1.Pertama diciptakan Tuhan adalah cahaya Al-Haq (Al-Qalam) :
Al-Qalam juga dikenal dengan istilah “PENA” cahaya Al-Haq, yang kemudian mendapat titah untuk menuliskan program sistim kehidupan alam semesta (Sistim Qadla-Qadar-Taqdir).(HR.Abu Daud No.4700, At-Tirmidzi No.2155,3319, dan lainnya)
((Sebagian para alim ulama shalaf menafsirkan bahwa cahaya Al-Haq/Al-Qalam dimanifestasikan dalam wujud sebagai Nur Muhammad), yang cahaya tersebut kemudian berspektrum (berkilas, selayak pena mengguratkan pola menulis sesuatu)).
Pada suatu zaman yang tak dapat dsebut-sebut.
هَلۡ أَتَىٰ عَلَى ٱلۡإِنسَـٰنِ حِينٌ۬ مِّنَ ٱلدَّهۡرِ لَمۡ يَكُن شَيۡـًٔ۬ا مَّذۡكُورًا
“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut-sebut?”
“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut-sebut?” (QS.76. Al Insaan:1).
Makna ayat ini bermulti ganda. Disamping bertafsir masa depan tentang proses kejadian perkembang biakan manusia secara biologis,juga menyiratkan akan peristiwa lampau pada zaman penciptaan Adam,dimana setelah Adam ditiupkan Ar-Ruh-Nya,kemudian Allah Ta’ala membekali pengetahuan pada Adam tentang keadaan masa lampau hingga Adam mampu menyebutkan “nama nama benda” (pengetahuan kejadian penciptaan,benda dan kehidupan pada masa lampau) kepada para Malaikat ketika itu,sedangkan para Malaikat sendiri tidak mengetahui. Hal ini tersiratkan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah:31-33.
2.Berikutnya,Tuhan menciptakan Al-Arsiy’ ( Singgasana kekuasaan-Nya).
3.Berikutnya Tuhan menciptakan Malaikat dari hasil spectrum Cahaya Muhammad, yang kemudian Para Malaikat itu segera menjunjung tinggi Arsiy’ dan berkeliling mengelilingi “Cahaya Muhammad” yang berada dipusat Arsiy’ tersebut seraya bertasbih memuji keagungan-Nya selama 70 ribu tahun.
“Dan Malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka”. (QS. 69. Al-Haaqqah:17)
4.Dari spektrum-spektrum (pancaran) cahaya Muhammad, Allah Ta’ala “memprogram cetak biru” sisitim Qada-Qadar dan Taqdir-Nya, dan lainnya terciptalah cikal bakal (embrio) kehidupan,benda-benda dan makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang lain.
Selengkapnya, see at :
https://www.facebook.com/notes/kelana-delapan-penjuru-angin/the-effulgence-of-mohammed-nur-muhammad/478936432136697
Baiklah,kita kembali pada penciptaan makhluk makhluk-Nya,yakni ketika :
Selengkapnya, see at :
https://www.facebook.com/notes/kelana-delapan-penjuru-angin/the-effulgence-of-mohammed-nur-muhammad/478936432136697
Baiklah,kita kembali pada penciptaan makhluk makhluk-Nya,yakni ketika :
SEBELUM DICIPTAKAN SPECIES MANUSIA,TUHAN TERLEBIH DAHULU MENCIPTAKAN BANGSA MALAIKAT KEMUDIAN BANGSA JIN :
Setelah jutaan tahun sejak terjadinya peristiwa “Ledakan besar” / Big Bang,barulah Tuhan berkehendak menciptakan makhluk untuk menghuni alam alam semesta dan dunia / bumi.
Maka pada kurun lampau sebelumnya para Malaikat telah ditakdirkan sebagai penghuni langit tinggi dikerjaan syorga-Nya (alam Malakut), sedangkan yang mendiami alam dunia pada alam Mulk, (langit terdekat dan bumi) adalah dari bangsa Jin.
Maka pada kurun lampau sebelumnya para Malaikat telah ditakdirkan sebagai penghuni langit tinggi dikerjaan syorga-Nya (alam Malakut), sedangkan yang mendiami alam dunia pada alam Mulk, (langit terdekat dan bumi) adalah dari bangsa Jin.
PENCIPTAAN JIN :
Mereka diciptakan untuk melaksanakan ibadah kepada Tuhan dan melaksanakan amal laku perbuatan yang telah di perintahkan oleh-Nya. Dalam unsur penciptaan Jin,maka disamping dianugerahi ‘aqal,Tuhan juga menyematkan 2 (dua) unsur nafs pengilhaman,yakni Nafs ketaatan dan Nafs kefasikan ke dalam jiwa Jin.
Nafs “KEFASIKAN (EGO)” ini berformat Az-ZULMUN (sifat kegelapan materialistik).
Mengapa?
DIKARENAKAN SEBAB BAHWA,KEKUASAAN DAN KEHENDAK TUHAN DALAM MENCIPTAKAN MAKHLUK JIN INI DISIFATI OLEH ASMA’-AF’AL DAN SHIFAT-NYA (Silahkan pelajari Asma’ul Husna) :
Mereka diciptakan untuk melaksanakan ibadah kepada Tuhan dan melaksanakan amal laku perbuatan yang telah di perintahkan oleh-Nya. Dalam unsur penciptaan Jin,maka disamping dianugerahi ‘aqal,Tuhan juga menyematkan 2 (dua) unsur nafs pengilhaman,yakni Nafs ketaatan dan Nafs kefasikan ke dalam jiwa Jin.
Nafs “KEFASIKAN (EGO)” ini berformat Az-ZULMUN (sifat kegelapan materialistik).
Mengapa?
DIKARENAKAN SEBAB BAHWA,KEKUASAAN DAN KEHENDAK TUHAN DALAM MENCIPTAKAN MAKHLUK JIN INI DISIFATI OLEH ASMA’-AF’AL DAN SHIFAT-NYA (Silahkan pelajari Asma’ul Husna) :
Maka hakekat “Nafs Az-ZULMUN” akan diaplikasikan dalam bentuk “NAFS SYETANI”.
Syetan berasal dari kata Sayatin, yang bermakna: cenderung kearah menyimpang / berlawanan menjauhi nafs petunjuk, dan nafs Az-Zulmun merupakan pengejawantahan dari Kehendak Dzat-NYA Yang Maha Mutlak memberi Cahaya Petunjuk-Nya (Al-Hadiy),dan sekaligus Dia yang bersifat “Yang Maha Menyesatkan” (Al-Mudhil),yang secara rahasia berjalan bagai arus bolak balik circuit listrik,ganti berganti dalam menunjuki jalan lurus-Nya dan menghadirkan pilihan jalan kesesatan. (termasuk kedepannya nanti pada proses penciptaan manusia).
Syetan berasal dari kata Sayatin, yang bermakna: cenderung kearah menyimpang / berlawanan menjauhi nafs petunjuk, dan nafs Az-Zulmun merupakan pengejawantahan dari Kehendak Dzat-NYA Yang Maha Mutlak memberi Cahaya Petunjuk-Nya (Al-Hadiy),dan sekaligus Dia yang bersifat “Yang Maha Menyesatkan” (Al-Mudhil),yang secara rahasia berjalan bagai arus bolak balik circuit listrik,ganti berganti dalam menunjuki jalan lurus-Nya dan menghadirkan pilihan jalan kesesatan. (termasuk kedepannya nanti pada proses penciptaan manusia).
فَإِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَہۡدِى مَن يَشَآءُۖ
(QS.35.Al-Fathir:8)
Maka,lorong jalan lurus-Nya dan lorong kesesatan terkoneksi melalui wahana pengilhaman didalam jiwa diri Jin dan Manusia, sehingga terdapat peluang mau memilih jalan kefasikan atau jalan ketaqwaan.
فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَٮٰهَا
(QS.91.As-Syam:8)
Sepertinya untuk pertama kalinya Tuhan menyematkan 2 (dua) Nafs ini pada penciptaan makhluknya yakni pada Jin,karena sebelumnya 2 (dua) nafs ini disematkan oleh Tuhan secara terpisah pada penciptaan makhluk sebelumnya yakni pada Malaikat dan kemudian pada Hewan/binatang.
Jika Malaikat diciptakan hanya dengan Nafs Cahaya Ketaatan-Nya(Al-Hadiy) ,yang merupakan manifestasi dari Dzat-Nya yang AL-HADIY,tanpa disematkan Nafs Syetani. (begitulah mengapa Malaikat itu bersifat Tunduk,patuh tanpa reserve).Maka lain halnya pada penciptaan Hewan,Tuhan hanya menyematkan Nafs Zulmun (Insting keliaran/kebuasan). (begitulah mengapa hewan itu bersifat buas,asal seruduk,asal hajar).
Jika Malaikat diciptakan hanya dengan Nafs Cahaya Ketaatan-Nya(Al-Hadiy) ,yang merupakan manifestasi dari Dzat-Nya yang AL-HADIY,tanpa disematkan Nafs Syetani. (begitulah mengapa Malaikat itu bersifat Tunduk,patuh tanpa reserve).Maka lain halnya pada penciptaan Hewan,Tuhan hanya menyematkan Nafs Zulmun (Insting keliaran/kebuasan). (begitulah mengapa hewan itu bersifat buas,asal seruduk,asal hajar).
BERIKUT RIWAYAT JIN :
Pada masa zaman milyaran tahun lalu,sebelum ada manusia namun langit dan bumi telah tecipta dan telah dihuni makhluk tertua yakni parasit dan tumbuhan serta binatang.MakaTuhan memulai menciptakan makhluk dari species Jin.
Jika dikonversikan pada temuan saintis,sepertinya itu terjadi pada masa zaman Arkhaikum (Azhoikum) 2.5 milyard tahun lalu hingga zaman Paleozoikum-Mesozoikum-Neozoikum yakni pada masa-masa awal adanya kehidupan dibumi dari jenis binatang,tumbuhan termasuk bangsa Jin ini.
Jika dikonversikan pada temuan saintis,sepertinya itu terjadi pada masa zaman Arkhaikum (Azhoikum) 2.5 milyard tahun lalu hingga zaman Paleozoikum-Mesozoikum-Neozoikum yakni pada masa-masa awal adanya kehidupan dibumi dari jenis binatang,tumbuhan termasuk bangsa Jin ini.
1.Bangsa AL-BINN :
Jin pertama diriwayatkan bernama Al-Binn ini diciptakan dari unsur gabungan Kilat (Al-Birquw) dan angin,(asap/mega).
Jika Malaikat tidak berkehidupan seperti manusia,maka Jin ini berkehidupan layaknya seperti manusia,(Tapi bukan species manusia),dan mereka berbagai rupa,ada laki-laki ada perempuan,melakukan perkawinan,mempunyai anak keturunan,memakan makanan untuk survive dan berkembang biak serta ada kematian diantara mereka.Mereka rata-rata memiliki umur yang panjang beratus-ratus tahun dengan populasinya yang sangat cepat,maka lama kelamaan bumi menjadi sesak dan sempit oleh makhluk Jin itu.
Pada awal-awal peradabannya,mereka sangat taat beribadah kepada Tuhannya.namun lama kelamaan karena persaingan hidup mereka saling dengki dan timbul persengketaan,terjadi rusuh,saling bertumpah darah,bunuh membunuh dan terjadi peperangan sehingga membuat keadaan dibumi tidak aman.Kemudian Alloh mengazab jin-Jin yang telah ingkar itu dengan didatangkannya badai angin berapi yang sangat dahsyat yg menyapu dan membinasakan mereka,Sebagian mereka melarikan diri ke goa-goa dataran tinggi dan ke gunung gunung. Kemudian Tuhan mendatangkan balatentara dari makhluk jin lain penguasa lautan yang bernama AL-BANN untuk menyerang Jin bangsa Al-Binn tersebut yg masih tersisa,Dan bangsa Alban berbondong bondong menyerbu daratan dan memeranginya dan bangsa Al-Binn pun kalah dihabisi tanpa sisa.
Dalam satu riwayat , diantara keturunan jin bangsa Al-Binn yang selama kehidupannya menjalankan ibadah dan bertaqwa kepada Allah selama ribuan tahun di bumi . Kemudian setelah itu atas permohonannya kepada Allah maka mereka golongan Jin-jin yang beriman itu dipindahkan ia ke langit pertama sebagai kenaikan pangkat derajat keruhaniannya.
Maka dilangit pertama ini ia beribadat hingga 1000 tahun . Kemudian pindah lagi ke langit yang kedua, dilangit kedua ini ia beribadat sampai 1000 tahun dan seterusnya sampai kelangit yang ketujuh . jadi jumlah masanya ia beribadat dari mulai bumi sampai ke langit yang ketujuh ialah 8000 tahun .
Maka atas berkah rahmat dan karunia Tuhan ,golongan dari bangsa Al-Binn yang bertaqwa ini dinaikkan pangkatnya mendapat kehormatan mencapai posisi puncak/maqam “Al-Muqorrobuun” (Yang didekatkan), itulah derajat yang paling tinggi di sisi Allah .
Derajat mulia yang setara dengan golongan Malaikat . Bahkan dari golongan bangsa-bangsa Jin generasi berikutnya,yang bertaqwa dan yang telah mencapai maqam “Al- Muqorrobuun” dari sisi Allah,dikemudian hari ia diangkat menjadi Imam ibadat dan pemimpin-pemimpin batalyon para Malaikat-malaikat yang berada di langit.Itulah yg disebut sebagai makhluk diluar Malaikat tetapi berderajat Malaikat,termasuk bagi insan manusia yang selalu taat dan taqwa kpd Tuhannya,maka akan dapat mencapai posisi yg mulia ini.
Jin pertama diriwayatkan bernama Al-Binn ini diciptakan dari unsur gabungan Kilat (Al-Birquw) dan angin,(asap/mega).
Jika Malaikat tidak berkehidupan seperti manusia,maka Jin ini berkehidupan layaknya seperti manusia,(Tapi bukan species manusia),dan mereka berbagai rupa,ada laki-laki ada perempuan,melakukan perkawinan,mempunyai anak keturunan,memakan makanan untuk survive dan berkembang biak serta ada kematian diantara mereka.Mereka rata-rata memiliki umur yang panjang beratus-ratus tahun dengan populasinya yang sangat cepat,maka lama kelamaan bumi menjadi sesak dan sempit oleh makhluk Jin itu.
Pada awal-awal peradabannya,mereka sangat taat beribadah kepada Tuhannya.namun lama kelamaan karena persaingan hidup mereka saling dengki dan timbul persengketaan,terjadi rusuh,saling bertumpah darah,bunuh membunuh dan terjadi peperangan sehingga membuat keadaan dibumi tidak aman.Kemudian Alloh mengazab jin-Jin yang telah ingkar itu dengan didatangkannya badai angin berapi yang sangat dahsyat yg menyapu dan membinasakan mereka,Sebagian mereka melarikan diri ke goa-goa dataran tinggi dan ke gunung gunung. Kemudian Tuhan mendatangkan balatentara dari makhluk jin lain penguasa lautan yang bernama AL-BANN untuk menyerang Jin bangsa Al-Binn tersebut yg masih tersisa,Dan bangsa Alban berbondong bondong menyerbu daratan dan memeranginya dan bangsa Al-Binn pun kalah dihabisi tanpa sisa.
Dalam satu riwayat , diantara keturunan jin bangsa Al-Binn yang selama kehidupannya menjalankan ibadah dan bertaqwa kepada Allah selama ribuan tahun di bumi . Kemudian setelah itu atas permohonannya kepada Allah maka mereka golongan Jin-jin yang beriman itu dipindahkan ia ke langit pertama sebagai kenaikan pangkat derajat keruhaniannya.
Maka dilangit pertama ini ia beribadat hingga 1000 tahun . Kemudian pindah lagi ke langit yang kedua, dilangit kedua ini ia beribadat sampai 1000 tahun dan seterusnya sampai kelangit yang ketujuh . jadi jumlah masanya ia beribadat dari mulai bumi sampai ke langit yang ketujuh ialah 8000 tahun .
Maka atas berkah rahmat dan karunia Tuhan ,golongan dari bangsa Al-Binn yang bertaqwa ini dinaikkan pangkatnya mendapat kehormatan mencapai posisi puncak/maqam “Al-Muqorrobuun” (Yang didekatkan), itulah derajat yang paling tinggi di sisi Allah .
Derajat mulia yang setara dengan golongan Malaikat . Bahkan dari golongan bangsa-bangsa Jin generasi berikutnya,yang bertaqwa dan yang telah mencapai maqam “Al- Muqorrobuun” dari sisi Allah,dikemudian hari ia diangkat menjadi Imam ibadat dan pemimpin-pemimpin batalyon para Malaikat-malaikat yang berada di langit.Itulah yg disebut sebagai makhluk diluar Malaikat tetapi berderajat Malaikat,termasuk bagi insan manusia yang selalu taat dan taqwa kpd Tuhannya,maka akan dapat mencapai posisi yg mulia ini.
2.BANGSA AL-BANN :
Setelah sisa-sisa Jin bangsa Al-Binn yang durhaka dan kafir dimusnahkan,maka kemudian Jin bangsa Al-bann yang tadinya penguasa lautan raya ini menggantikan kekuasaan bangsa Al-Binn di muka bumi.Sama dengan Jin sebelumnya,maka bangsa Al-bann ini jg berkehidupan layaknya seperti manusia,berbagai rupa,ada laki-laki ada perempuan,butuh kawin,punya anak butuh makan dan berkembang biak. Memiliki umur yang panjang beratus-ratus tahun,populasinya juga sangat cepat,maka lama kelamaan bumi menjadi sesak dan sempit oleh makhluk Jin itu.
Pada awal-awal masa kemenangannya berperang dan memusnahkan bangsa Al-Binn,mereka hidup sangat taat beribadah kepada Tuhannya.namun lama kelamaan karena persaingan hidup mereka sangat rakus dan saling dengki dan timbul persengketaan diantara mereka.Terjadi rusuh,saling bertumpah darah,bunuh membunuh dan terjadi peperangan sehingga membuat keadaan dibumi kacau kembali.Kemudian bumi mengadu kepada Alloh bhw ia keberatan tanahnya selalu dikotori dengan pertumpahan darah makhluk-Nya dan selalu membuat kerusakan.
Maka kemudian Alloh mendatangkan makhluk Jin lain bernama AL-JANN yg tercipta dari bahan api,dan kemudian memerangi Jin Al-bann tsb hingga Bangsa Alban kalah dan musnah.
(Sama dengan riwayat sebelumnya,diantara keturunan jin bangsa Al-Bann yang selama kehidupannya menjalankan ibadah dan bertaqwa kepada Allah selama ribuan tahun di bumi . Maka mereka golongan Jin-jin yang beriman itu dipindahkan ke langit pertama sebagai kenaikan pangkat derajat keruhaniannya,kemudian pindah lagi ke langit yang kedua,dan seterusnya hingga kelangit yang tujuh .Dan mereka melaksanakan ibadat selama ribuan tahun tahun .Kemudian ,golongan dari bangsa Al-Bann yg bertaqwa ini pun mendapat kehormatan mencapai posisi puncak/maqam “Al-Muqorrobuun”(Yang didekatkan), itulah derajat yang paling tinggi di sisi-Nya).
3.BANGSA AL-JANN :
Setelah sisa-sisa Jin bangsa Al-Bann yang durhaka dan kafir ini dimusnahkan oleh bangsa Al-Jann,Maka kemudian Alloh mendatangkan makhluk lain dari bangsa Jin bernama AL-JANN yang tercipta dari bahan api,dan kemudian Al-jann menguasai bumi untuk kesekian kali.Jin Aljan ini juga makhluk yang pada masa awalnya selalu beribadah dan taat menyembah pada Alloh Ta’ala, yang juga berkehidupan layaknya seperti manusia,berbagai rupa,ada laki-laki ada perempuan,butuh kawin,punya anak butuh makan dan berkembang biak.Lama kelaman memenuhi bumi daratan dan saling bersengketa saling bunuh membunuh hingga peperangan besar yg membuat bumi kembali rusuh tidak aman terjadinya kerusakan dimuka bumi.Kembali Al-jann kafir lagi terhadap Tuhannya,
Setelah sisa-sisa Jin bangsa Al-Bann yang durhaka dan kafir ini dimusnahkan oleh bangsa Al-Jann,Maka kemudian Alloh mendatangkan makhluk lain dari bangsa Jin bernama AL-JANN yang tercipta dari bahan api,dan kemudian Al-jann menguasai bumi untuk kesekian kali.Jin Aljan ini juga makhluk yang pada masa awalnya selalu beribadah dan taat menyembah pada Alloh Ta’ala, yang juga berkehidupan layaknya seperti manusia,berbagai rupa,ada laki-laki ada perempuan,butuh kawin,punya anak butuh makan dan berkembang biak.Lama kelaman memenuhi bumi daratan dan saling bersengketa saling bunuh membunuh hingga peperangan besar yg membuat bumi kembali rusuh tidak aman terjadinya kerusakan dimuka bumi.Kembali Al-jann kafir lagi terhadap Tuhannya,
4.BANGSA NAHABIR DAN NAHAMIR.
Setelah seluruh bangsa-bangsa Jin yang menguasai bumi yang akhirnya selalu berakhir durhaka pada Tuhannya,maka kali yang terakhir Dia menjadikan bangsa Jin bernama Nahabir dan Nahamir untuk menguasai bumi menggantikan Al-Jann.Riwayat dan nasibnya sama dengan makhluk-makhluk bangsa Jin sebelumnya yakni ,Selalu berakhir dengan kesesatan dan kedurhakaan.Makakali ini Tuhan membinasakan generasi AL-JANN,NAHABIR DAN NAHAMIR dengan memerintahkan bala tentara malaikat,hingga peradaban Al-jann, NAHABIR DAN NAHAMIR musnah dihabisi malaikat.
(Sama dengan riwayat sebelumnya,diantara keturunan jin bangsa AL-JANN,NAHABIR DAN NAHAMIR yang selama kehidupannya menjalankan ibadah dan bertaqwa kepada Allah selama ribuan tahun di bumi . Maka mereka golongan Jin-jin yang beriman itu dipindahkan ke langit pertama sebagai kenaikan pangkat derajat keruhaniannya,kemudian pindah lagi ke langit yang kedua,dan seterusnya hingga kelangit yang tujuh .Dan mereka melaksanakan ibadat selama ribuan tahun tahun .
Kemudian ,golongan dari bangsa AL-JANN,NAHABIR DAN NAHAMIR yang bertaqwa ini pun mendapat kehormatan mencapai posisi puncak/maqam “Al-Muqorrobuun”(Yang didekatkan), itulah derajat yang paling tinggi di sisi-Nya).
Pada akhirnya bumi kosong tak berpenghuni makhluk yang disematkan 2 (dua) unsur Nafs itu,selama jutaan tahun,(disebut bumi mati/kosong dlm keadaan rusak porak poranda bekas azab dari langit akibat kedurhakaan makhluk-makhluk penghuninya masa silam)
Maka,pada masa stagnan itu,Tuhan berkehendak menghidupkan kembali bumi dari matinya/kosongnya.
Setelah seluruh bangsa-bangsa Jin yang menguasai bumi yang akhirnya selalu berakhir durhaka pada Tuhannya,maka kali yang terakhir Dia menjadikan bangsa Jin bernama Nahabir dan Nahamir untuk menguasai bumi menggantikan Al-Jann.Riwayat dan nasibnya sama dengan makhluk-makhluk bangsa Jin sebelumnya yakni ,Selalu berakhir dengan kesesatan dan kedurhakaan.Makakali ini Tuhan membinasakan generasi AL-JANN,NAHABIR DAN NAHAMIR dengan memerintahkan bala tentara malaikat,hingga peradaban Al-jann, NAHABIR DAN NAHAMIR musnah dihabisi malaikat.
(Sama dengan riwayat sebelumnya,diantara keturunan jin bangsa AL-JANN,NAHABIR DAN NAHAMIR yang selama kehidupannya menjalankan ibadah dan bertaqwa kepada Allah selama ribuan tahun di bumi . Maka mereka golongan Jin-jin yang beriman itu dipindahkan ke langit pertama sebagai kenaikan pangkat derajat keruhaniannya,kemudian pindah lagi ke langit yang kedua,dan seterusnya hingga kelangit yang tujuh .Dan mereka melaksanakan ibadat selama ribuan tahun tahun .
Kemudian ,golongan dari bangsa AL-JANN,NAHABIR DAN NAHAMIR yang bertaqwa ini pun mendapat kehormatan mencapai posisi puncak/maqam “Al-Muqorrobuun”(Yang didekatkan), itulah derajat yang paling tinggi di sisi-Nya).
Pada akhirnya bumi kosong tak berpenghuni makhluk yang disematkan 2 (dua) unsur Nafs itu,selama jutaan tahun,(disebut bumi mati/kosong dlm keadaan rusak porak poranda bekas azab dari langit akibat kedurhakaan makhluk-makhluk penghuninya masa silam)
Maka,pada masa stagnan itu,Tuhan berkehendak menghidupkan kembali bumi dari matinya/kosongnya.
وَٱللَّهُ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِہَآۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَسۡمَعُونَ
“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)”. (QS.16. An Nahl:65)
Ayat senada pada (QS. 30. Ar Ruum:24).
Ayat senada pada (QS. 30. Ar Ruum:24).
وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ فَيُحۡىِۦ بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَعۡقِلُونَ
“…….dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya”.
Perhatikan kalimat “Wayunazzilu minassyama’I ma’an fayuhyi bihil ardho ba’da mautihaa…”
Maka ayat-ayat ini bermulti tafsir/ganda,tidak hanya pada zaman sekarang ketika terjadi kemarau,tetapi juga yang bermakna sebagai bumi yg pernah mati,artinya tidak ada kehidupan diatasnya krn sesuatu bencana yg memusnahkan makhluk diatasnya.
Maka keadaan bumi yang mati/kosong itu kemudian sampai pada masa zaman Pleistosen sejak 6 jutaan tahun lalu hingga sekitar 1.808.000 tahun yang lalu,(Zaman Dynosaur), see at:
http://sejarah10-jt.blogspot.com/2012/10/kehidupan-awal-masyarakat-di-kepulauan.html
Maka ayat-ayat ini bermulti tafsir/ganda,tidak hanya pada zaman sekarang ketika terjadi kemarau,tetapi juga yang bermakna sebagai bumi yg pernah mati,artinya tidak ada kehidupan diatasnya krn sesuatu bencana yg memusnahkan makhluk diatasnya.
Maka keadaan bumi yang mati/kosong itu kemudian sampai pada masa zaman Pleistosen sejak 6 jutaan tahun lalu hingga sekitar 1.808.000 tahun yang lalu,(Zaman Dynosaur), see at:
http://sejarah10-jt.blogspot.com/2012/10/kehidupan-awal-masyarakat-di-kepulauan.html
MakaTuhan menghidupkan bumi kembali sesudah matinya itu untuk dihuni species hewan raksasa dan buas seperti species Dynosaurus,tersebut dsb.
Untuk kemudian menjelang diciptakannya Manusia pertama,sepertinya Tuhan telah mempersiapkan alam dunia (bumi) sebagai hunian bagi Adam dan keturunannya,maka kemudian bumi itu “dibersihkan” dari specis binatang buas.
Yakni dengan terjadinya hujan meteor yang menghanguskan daratan bumi dan memusnahkan seluruh hewan-hewan besar dan buas tersebut karena Tuhan berkehendak menciptakan makhluk species baru bernama “Al-Insan” atau manusia,sang Khalifah baru di muka bumi dalam masa tak lama lagi.
Untuk kemudian menjelang diciptakannya Manusia pertama,sepertinya Tuhan telah mempersiapkan alam dunia (bumi) sebagai hunian bagi Adam dan keturunannya,maka kemudian bumi itu “dibersihkan” dari specis binatang buas.
Yakni dengan terjadinya hujan meteor yang menghanguskan daratan bumi dan memusnahkan seluruh hewan-hewan besar dan buas tersebut karena Tuhan berkehendak menciptakan makhluk species baru bernama “Al-Insan” atau manusia,sang Khalifah baru di muka bumi dalam masa tak lama lagi.
ASAL USUL IBLIS :
-Setelah panggung kehidupan dunia yang telah dimainkan oleh para wayang-Nya ,(baca:makhluk-makhluk Jin bangsa Al-Binn , Al-Bann , Al-Jann , Nahabir dan Nahamir tersebut berakhir dengan realitas sangat membuat kekecewaan dan kemurkaan Sang Dalang (baca : Rabb Tuhan Sang Pencipta)
Maka suatu ketika di singgasana kerajaan keagungan-Nya,di markas besar Lauhul Mahfuz Raya,Tuhan dengan segala kebesaran dan kekuasaan-Nya memanggil dan mengumpulkan semua “punggawa,Hulubalang,abdi dalem dan para Penembahan Senapati-Nya”,
(baca: Para Malaikat dan para hamba Al-Muqarrabbin,yakni para bangsa golongan Jin Al-Binn , Al-Bann , Al-Jann , Nahabir dan Nahamir,yang telah mencapai pangkat tertinggi sebagai “Para Komando” dari barisan-barisan Malaikat)
Dengan pandangan yang menembus tajam pada para abdi-Nya yang hadir dalam keadaan sangat Khidmat dan hening,kemudian Allah Ta’ala berseru dengan firman-Nya :
Maka suatu ketika di singgasana kerajaan keagungan-Nya,di markas besar Lauhul Mahfuz Raya,Tuhan dengan segala kebesaran dan kekuasaan-Nya memanggil dan mengumpulkan semua “punggawa,Hulubalang,abdi dalem dan para Penembahan Senapati-Nya”,
(baca: Para Malaikat dan para hamba Al-Muqarrabbin,yakni para bangsa golongan Jin Al-Binn , Al-Bann , Al-Jann , Nahabir dan Nahamir,yang telah mencapai pangkat tertinggi sebagai “Para Komando” dari barisan-barisan Malaikat)
Dengan pandangan yang menembus tajam pada para abdi-Nya yang hadir dalam keadaan sangat Khidmat dan hening,kemudian Allah Ta’ala berseru dengan firman-Nya :
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan kembali makhluk penguasa (seorang khalifah) di muka bumi.”
Para Malaikat terperangah dan penuh kekagetan,kemudian mereka berkata :
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”
Alloh Ta’ala pun berfirman kembali,
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Transkrip rekaman ini terabadikan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah [2]: 30.
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”
Alloh Ta’ala pun berfirman kembali,
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Transkrip rekaman ini terabadikan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah [2]: 30.
Kemudian,Tuhan pun segera memerintahkan para Malaikat untuk segera memproses penciptaan makhluk baru jenis Manusia yang prothotype nya dari bahan tanah liat (Thin dari tanah Thurab),selanjutnya kisah insyaAlloh para sahabat sudah paham semua,tak perlu diurai kembali.
Saat proses penciptaan,demikian pula Tuhan menyematkan 2 (dua) unsur Nafs ,yakni Nafs Kefasikan dan Nafs Ketaqwaan,sama seperti saat penciptaan bangsa Jin dahulu.Setelah proses sempurna,dan ditiupkannyalah Ruh,maka terciptalah Adam dengan bentuk yg rupawan.Padamoment berikutnya,Tuhan memerintahkan para Malaikat untuk sujud pada Adam sebagai penghormatan.
Maka sontak seluruh barisan para Malaikat yg berjumlah beribu-ribu itu runduk sujud penuh khidmat dihadapan Adam diiringi gemuruh yang menggema ke seluruh penjuru singgasana Lauhul Mahfuz Raya.
Namun ada pemandangan aneh,yakni justru pada barisan pemimpin para Komando Malaikat itu sendiri yang tidak melakukan sujud dihadapan Adam,bahkan mereka masih dalam posisi berdiri menengok barisan ke belakangnya dengan pandangan “melongo”,menyaksikan anak buahnya semua dari golongan asli Malaikat yang dalam posisi telah runduk rendah ke tanah sejajar dengan kakinya.
Para Komando Malaikat itu adalah golongan Al-Muqarrabin yang diketuai oleh IZZAZIL,(yang riwayatnya berasal dari bangsa Jin yang paling taat beribadah dahulu,seperti telah diriwayatkan diatas).
Malaikat golongan Al-Muqarrabin yang tidak sujud ini justru berpikir karena tingkat ketaqwaannya selama ini terpatri hanya tunduk kepada penyembahan terhadap Tuhannya saja,tidak menyembah tuhan yang lain selain Allah Ta’ala. Saat itulah nafs kefasikannya dominan meliputi qalbu mereka sehingga menjadikan nafs syetani yang ada didalam qulb mereka menjelma. Kemudian nafs syetani tersebut diaplikasikan dalam bentuk syetan “was was”,(QS.114.An-Naas:4-6),yang mulai bekerja dengan cara yang sangat halus, yakni dengan melambungkan alam pikir bahwa perkara ini adalah dianggap sebagai cobaan, serta berpikir bahwa Tuhan akan memuji tindakannya. (Cara kerja nafs syetani inilah yang juga berlaku pada manusia).
Sehingga mereka tak menyadari bahwa di dalam qalbunya mulai tumbuh benih-benih ujub,yakni sifat “meras merasa dan merasa bahwa tingkatan maqamnya lebih mulia dari Adam yang hanya diciptakan dari bahan tanah liat…”
Disitulah letak kunci rahasianya “Nafs Kefasikan” yang tersemat didalam qalbunya bekerja tanpa sadar.semakin lama semakin menari-nari riang menyumbat jalur “Nafs Ketaqwaannya/Nafs Al-Muthmainnah”.
Sehingga signal-signal Hidayah/petunjuk yang harusnya dapat datang dari pancaran Dzat-Nya yg Al-Hadiy menjadi mampat bahkan terputus.
Maka tak heran akhirnya yang keluar dari mulut Malaikat golongan Al-Muqarrabbin ini adalah sebuah kalimat “PENOLAKAN”,
Yakni ketika Alloh Ta’ala menghardiknya :
“Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?” (QS. 15. Al Hijr:32),
Saat proses penciptaan,demikian pula Tuhan menyematkan 2 (dua) unsur Nafs ,yakni Nafs Kefasikan dan Nafs Ketaqwaan,sama seperti saat penciptaan bangsa Jin dahulu.Setelah proses sempurna,dan ditiupkannyalah Ruh,maka terciptalah Adam dengan bentuk yg rupawan.Padamoment berikutnya,Tuhan memerintahkan para Malaikat untuk sujud pada Adam sebagai penghormatan.
Maka sontak seluruh barisan para Malaikat yg berjumlah beribu-ribu itu runduk sujud penuh khidmat dihadapan Adam diiringi gemuruh yang menggema ke seluruh penjuru singgasana Lauhul Mahfuz Raya.
Namun ada pemandangan aneh,yakni justru pada barisan pemimpin para Komando Malaikat itu sendiri yang tidak melakukan sujud dihadapan Adam,bahkan mereka masih dalam posisi berdiri menengok barisan ke belakangnya dengan pandangan “melongo”,menyaksikan anak buahnya semua dari golongan asli Malaikat yang dalam posisi telah runduk rendah ke tanah sejajar dengan kakinya.
Para Komando Malaikat itu adalah golongan Al-Muqarrabin yang diketuai oleh IZZAZIL,(yang riwayatnya berasal dari bangsa Jin yang paling taat beribadah dahulu,seperti telah diriwayatkan diatas).
Malaikat golongan Al-Muqarrabin yang tidak sujud ini justru berpikir karena tingkat ketaqwaannya selama ini terpatri hanya tunduk kepada penyembahan terhadap Tuhannya saja,tidak menyembah tuhan yang lain selain Allah Ta’ala. Saat itulah nafs kefasikannya dominan meliputi qalbu mereka sehingga menjadikan nafs syetani yang ada didalam qulb mereka menjelma. Kemudian nafs syetani tersebut diaplikasikan dalam bentuk syetan “was was”,(QS.114.An-Naas:4-6),yang mulai bekerja dengan cara yang sangat halus, yakni dengan melambungkan alam pikir bahwa perkara ini adalah dianggap sebagai cobaan, serta berpikir bahwa Tuhan akan memuji tindakannya. (Cara kerja nafs syetani inilah yang juga berlaku pada manusia).
Sehingga mereka tak menyadari bahwa di dalam qalbunya mulai tumbuh benih-benih ujub,yakni sifat “meras merasa dan merasa bahwa tingkatan maqamnya lebih mulia dari Adam yang hanya diciptakan dari bahan tanah liat…”
Disitulah letak kunci rahasianya “Nafs Kefasikan” yang tersemat didalam qalbunya bekerja tanpa sadar.semakin lama semakin menari-nari riang menyumbat jalur “Nafs Ketaqwaannya/Nafs Al-Muthmainnah”.
Sehingga signal-signal Hidayah/petunjuk yang harusnya dapat datang dari pancaran Dzat-Nya yg Al-Hadiy menjadi mampat bahkan terputus.
Maka tak heran akhirnya yang keluar dari mulut Malaikat golongan Al-Muqarrabbin ini adalah sebuah kalimat “PENOLAKAN”,
Yakni ketika Alloh Ta’ala menghardiknya :
“Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?” (QS. 15. Al Hijr:32),
Malaikat golongan Al-Muqarrabbin yang menolak sujud itu menjawab :
“Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” (QS. 17. Al Israa’:61).
Maka menyaksikan realitas itu,murkalah Tuhan dan sejak ketika itu malaikat Al-Muqarrabbin ini mendapat predikat/cap sebagai “IBLIS”, (yang bermakna putus/terlepas/tanggal dari kebaikan,kemuliaan dan maqam tertingginya), menjadi sebagai “ABLASA”, yang bermakna putus/terlepas dari maqamnya/rahmat-Nya sebagai Al-Muqarrabbin, karena “MEMBANGKANG PERINTAH-NYA” (QS.20. Thaahaa:116).
Baik,dengan demikian kini sudah paham IBLIS itu siapa, maka kisah berikutnya sudah jelas mereka diusir dari singgasana kerajaan-Nya dan dikutuk dibumi dengan membawa dendam kesumat pada Adam dan seluruh anak keturunannya,dan akan menyesatkan umat manusia semuanya.
Maka,demikianlah Iblis dan anak keturunannya ini telah jatuh ke dalam kutukan sebagai makhluk penyesat yang menguasai nafs nafs kefasikan yang ada didalam jiwa diri jin dan manusia dengan mendalangi, mempelopori, memprovokatori dan membujuk (bisik bisik) untuk mengajak melakukan perbuatan ingkar pada Tuhannya. Maka ketika berhasil usahanya,menjadilah para pelakunya sebagai syetan dan perbuatannya disebut laku perbuatan SYETAN. Maka jenis syetan itu adalah syetan Jin dan syetan Manusia.
PERBEDAAN IBLIS , SYETAN , JIN DAN MANUSIA :
Penjabarannya sebagai berikut : :
1. IBLIS adalah julukan oknum pembangkang /otak pelaku keingkaran dari bangsa Jin yang dahulu pernah mendapat kedudukan/karier puncak ketaqwaan sebagai Al-Muqarrabien di sisi Allah Ta’ala.
Adapun Iblis terambil dari kata Al-Balas yang berarti orang yang tidak mempunyai kebaikan sedikitpun (man la khaira ‘indah), atau terambil dari kata Ablasa yang berarti putus asa dan bingung (yaisa wa tahayyara).
1. IBLIS adalah julukan oknum pembangkang /otak pelaku keingkaran dari bangsa Jin yang dahulu pernah mendapat kedudukan/karier puncak ketaqwaan sebagai Al-Muqarrabien di sisi Allah Ta’ala.
Adapun Iblis terambil dari kata Al-Balas yang berarti orang yang tidak mempunyai kebaikan sedikitpun (man la khaira ‘indah), atau terambil dari kata Ablasa yang berarti putus asa dan bingung (yaisa wa tahayyara).
2. SYETAN adalah merupakan makhluk sifat yang muncul /menjelma dari An-Nafs Az-Zulmun,yang berasal dari jiwa pengilhaman kefasikan (Nafs Kefasikan).
Syetan dalam bahasa Arab berasal dari kata syathona yang berarti : “Ba’uda” (jauh, yakni yang selalu menjauhkan manusia dari kebenaran).
Kemudian kata syaithan ini digunakan untuk setiap mahluk berakal yang durhaka dan membangkang dari jenis Jin dan Manusia.(kullu ‘aat wa mutamarrid).
Dilihat dari struktur kalimat, atau dalam tinjauan kaidah sharfiyah, setan merupakan bentuk kalimat isim ‘alam (nama sesuatu). dia adalah laqab (gelar) yang diberikan Allah kepada setiap mahluk yang berakal (jin dan manusia) yang membangkang terhadap perintah Allah. Oleh karenanya penyebutan syaitan (setan) dapat dikenakan kepada jin dan manusia.
Untuk memahami syetan, satu prinsip yang harus di pahami yakni :
Jin/iblis itu makhluk dan setan itu sifat. Karena setan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri.Setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar mengatakan :
Syetan dalam bahasa Arab berasal dari kata syathona yang berarti : “Ba’uda” (jauh, yakni yang selalu menjauhkan manusia dari kebenaran).
Kemudian kata syaithan ini digunakan untuk setiap mahluk berakal yang durhaka dan membangkang dari jenis Jin dan Manusia.(kullu ‘aat wa mutamarrid).
Dilihat dari struktur kalimat, atau dalam tinjauan kaidah sharfiyah, setan merupakan bentuk kalimat isim ‘alam (nama sesuatu). dia adalah laqab (gelar) yang diberikan Allah kepada setiap mahluk yang berakal (jin dan manusia) yang membangkang terhadap perintah Allah. Oleh karenanya penyebutan syaitan (setan) dapat dikenakan kepada jin dan manusia.
Untuk memahami syetan, satu prinsip yang harus di pahami yakni :
Jin/iblis itu makhluk dan setan itu sifat. Karena setan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri.Setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar mengatakan :
الشيطان في لغة العرب يطلق على كل عاد متمرد
“Setan dalam bahasa Arab digunakan untuk menyebut setiap makhluk yang menentang dan membangkang.” (Alamul Jinni was Syayathin, Hal. 16).
Dinamakan setan, dari kata; syutun (Arab: شطون) yang artinya jauh. Karena setan dijauhkan dari rahmat Allah. (Al-Mu’jam Al-Wasith, kata: الشيطان)
Karena setan itu sifat maka kata ini bisa melekat pada diri manusia dan jin. Sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ada setan dari golongan jin dan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, setelah menjelaskan sifat-sifat setan,
Dinamakan setan, dari kata; syutun (Arab: شطون) yang artinya jauh. Karena setan dijauhkan dari rahmat Allah. (Al-Mu’jam Al-Wasith, kata: الشيطان)
Karena setan itu sifat maka kata ini bisa melekat pada diri manusia dan jin. Sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ada setan dari golongan jin dan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, setelah menjelaskan sifat-sifat setan,
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
“(setan yang membisikkan itu) dari golongan jin dan mausia.” (QS. An-Nas: 6).
“(setan yang membisikkan itu) dari golongan jin dan mausia.” (QS. An-Nas: 6).
3.JIN adalah makhluk beraqal selain dari manusia yang berbahan api,yang dapat berubah menjadi Syetan.
Secara bahasa Jin artinya : “Yang tersembunyi, terhalang, tertutup”. Disebut jin, karena makhluk ini terhalang (tidak dapat dilihat) dengan kasat mata manusia. Oleh karena itu, bayi yang masih berada di dalam perut ibu, disebut janin (kata janin dan jin memiliki kata dasar yang sama yakni jann) karena ia tidak dapat dilihat dengan mata. Demikian juga orang gila dalam bahasa Arab disebut dengan majnun (dari kata jann juga) karena akal sehatnya sudah tertutup dan terhalang.
Secara bahasa Jin artinya : “Yang tersembunyi, terhalang, tertutup”. Disebut jin, karena makhluk ini terhalang (tidak dapat dilihat) dengan kasat mata manusia. Oleh karena itu, bayi yang masih berada di dalam perut ibu, disebut janin (kata janin dan jin memiliki kata dasar yang sama yakni jann) karena ia tidak dapat dilihat dengan mata. Demikian juga orang gila dalam bahasa Arab disebut dengan majnun (dari kata jann juga) karena akal sehatnya sudah tertutup dan terhalang.
4.MANUSIA (Al-Insaan)
Adalah makhluk beraqal setelah Jin yang berbahan tanah liat, yang juga dapat berubah menjadi Syetan.(untuk membahas tentang manusia akan diulas kemudian tersendiri).
Namun manusia memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh Iblis,Jin bahkan Malaikat dalam maqam tertentu.(riwayat tersendiri). Maka penjabaran filosofinya adalah :
a. Iblis sudah tentu Syetan,namun tidak dapat menjadi manusia.
b. Sedangkan Jin dan Manusia dapat berubah menjadi Iblis dan Syetan.
(tak heran ketika manusia telah berubah menjadi syetan,justru kejahatannya/sadisnya melebihi Iblis).
Semoga menjadi renungan dan pemahaman.
Namun manusia memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh Iblis,Jin bahkan Malaikat dalam maqam tertentu.(riwayat tersendiri). Maka penjabaran filosofinya adalah :
a. Iblis sudah tentu Syetan,namun tidak dapat menjadi manusia.
b. Sedangkan Jin dan Manusia dapat berubah menjadi Iblis dan Syetan.
(tak heran ketika manusia telah berubah menjadi syetan,justru kejahatannya/sadisnya melebihi Iblis).
Semoga menjadi renungan dan pemahaman.
Salam Cahaya-Nya,
Kelana Delapan Penjuru Angin,
Lembah Mutiara Gading,06 Juli 2013
CopyRights@2013
Lembah Mutiara Gading,06 Juli 2013
CopyRights@2013
Reff :
-Al-Bann Al-Jann karya K.H. M. Syamsuddin – Kranggan – Jateng
-Al-Qur’an terjemah DEPAG RI
-Abah Sang Pencerah – Kota Tegal.
– http://www.erabaru.net/sains/astronomi/9856-kedalaman-alam-semesta-menjawab-asal-usul-kita
-http://id.wikipedia.org/wiki/Ledakan_Dahsyat
-http://putrabungsu.pun.bz/adam-dan-hawa-serta-iblis-keluar-dari-sy.xhtml
-http://blog.re.or.id/beda-syetan-iblis-dan-jin.htm
-http://www.oocities.org/narkobar/TheConceptmain.htm
-http://koarhan.blogspot.com/2012/06/makhluk-yang-menguasai-bumi-sebelum.html
-http://mahatera.blogspot.com/2011/12/makhluk-apakah-yang-menghuni-bumi.html
-http://sejarah10-jt.blogspot.com/2012/10/kehidupan-awal-masyarakat-di-kepulauan.html
-http://beda-dunia.blogspot.com/2013/03/apakah-perbedaan-antara-jin-setan-dan-iblis.html
-Hayatul Hayawan al-Kubra” karangan Dumairi
-kitab “Akaamu-l-Marjan fi Ahkamil Jan” karangan Syibli
-http://islampos.com/beda-jin-setan-iblis-42757/
-Ensiklopedia saintis dan alam semesta.
-Al-Bann Al-Jann karya K.H. M. Syamsuddin – Kranggan – Jateng
-Al-Qur’an terjemah DEPAG RI
-Abah Sang Pencerah – Kota Tegal.
– http://www.erabaru.net/sains/astronomi/9856-kedalaman-alam-semesta-menjawab-asal-usul-kita
-http://id.wikipedia.org/wiki/Ledakan_Dahsyat
-http://putrabungsu.pun.bz/adam-dan-hawa-serta-iblis-keluar-dari-sy.xhtml
-http://blog.re.or.id/beda-syetan-iblis-dan-jin.htm
-http://www.oocities.org/narkobar/TheConceptmain.htm
-http://koarhan.blogspot.com/2012/06/makhluk-yang-menguasai-bumi-sebelum.html
-http://mahatera.blogspot.com/2011/12/makhluk-apakah-yang-menghuni-bumi.html
-http://sejarah10-jt.blogspot.com/2012/10/kehidupan-awal-masyarakat-di-kepulauan.html
-http://beda-dunia.blogspot.com/2013/03/apakah-perbedaan-antara-jin-setan-dan-iblis.html
-Hayatul Hayawan al-Kubra” karangan Dumairi
-kitab “Akaamu-l-Marjan fi Ahkamil Jan” karangan Syibli
-http://islampos.com/beda-jin-setan-iblis-42757/
-Ensiklopedia saintis dan alam semesta.
***************************************************************************************************************
Sementara itu, yang aka temukan adalah
ada berbagai jenis jin:
Seperti jenis jin ras Al-Jan, mereka memiliki
kepandaian yang luar biasa, ras al-Jan diakui oleh kalangan Jin keturunan
al-Jan sebagai nenek moyang mereka.
Jin dari keturunan ras al-Jan notabene
menjalankan tugas beribadah kepada Allah juga. Nah.. mereka juga menjalani
kehidupan seperti manusia di alam
mereka, mereka disebarkan Allah dimana saja, di bumi juga bahkan ada yang di
langit dan diluar planet, mereka menggunakan alam untuk mengembangkan peradaban
mereka dan dengan menggunakan tehnologi yang berbeda dengan manusia namun
pengaplikasiannya notabene sama seperti halnya mereka menggunakan benda plasma
untuk membuat mesin plasma seperti halnya mobil atau pesawat, mereka juga
menggunakan peralatan dan bahan perlengkapan plasma agar bisa membuat energy
seperti listrik. Sementara yang kita ketahui, manusia tidak bisa menggunakan
sumberdaya plasma karena manusia memiliki fisik, maka membutuhkan mobil yang
terbuat dari benda padat. Dan manusia menggunakan listrik, benda plasma
biasanya hanya bisa manusia gunakan untuk mengobati luka pada badan plasmadi
tubuh manusia, kita seringnya
menyebutnya sebagai sukma atau jiwa atau vragel atau bioplasmic body.
Kemudian
ada lagi ras jin disebut al-Ghul:
Mereka ini memiliki kemampuan lain,
tidak seperti al-jan yang kreatif bagi peradaban, melainkan mereka memiliki
bakat dan insting untuk bisa menggunakan sihir alam. Mereka beberapanya biasa
disebut dengan istilah Dewa bagi penyembahnya karena mampu memberikan bantuan
sihir untuk mendatangkan hujan, dan itu dinilai sebagai keajaiban untuk
kelangsungan hidup mahluk. Mereka juga memiliki kehidupan layaknya manusia,
mereka memiliki negeri baik di tanah, air maupun di langit. Nah, mereka ini
selayaknya manusia ada yang beriman, bebal, ada juga yang berspiritual bahkan
ada juga yang beriman kepada Allah.
Nah.. Ada lagi nih.. namanya Jin bangsa
ras Ifrit.. atau Jin Ifrit:
Mereka sangat akrab dengan music, sex, hamr
(minuman keras) dan kemarahan.
Mereka adalah jenis jin yang berasal
dari anak-anak jin setan, kebanyakan dari merka ini mengikuti ajaran iblis
untuk menyesatkan manusia. Dari ras mereka ini biasanya digunakan kerajaan jin
bangsa iblis untuk menjadi agen wkwk.. agen apakah itu?
Tidak jarang manusia membeli khadam,
nah khadam adalah bodyguard atau pelayan tetapi mereka adalah bodyguard atau
pelayan dari golongan jin. Nah, seringnya jin ras ifrit lah yang diagenkan
menjadi khadam manusia.
Banyak perusahaan jin bangsa iblis yang
menjual jasa khadam kepada manusia, seperti sebuah perusahaan jin bangsa iblis
yang bertempat tinggal di laut selatan pulau Jawa.
Biasanya selalu ada kontrak resmi:
Jika anda membeli khadam dari kerajaan
iblis di laut selatan pulau Jawa maka jiwa anda adalah uang barternya.
Sekali anda membeli khadam, maka..
Seumur hidup anda akan dikawal khadam,
untuk membayar jasa pengabdian mereka maka jiwa anda akan diambil dan dijadikan
pekerja di kerajaan iblis di laut selatan Jawa setelah nyawa anda dicabut oleh
malaikat.
Dan Allah membiarkan itu karena anda
sudah tidak mau menyembah Allah lagi, musyrik artinya menyekutukan, anda sudah
tidak meminta dan memihak Allah lagi sebab berlindung dan mengandalkan jin
khadam anda demi keselamatan anda daripada meminta kepada Allah dengan cara
berubadah yang sungguh-sungguh.
Jin ras ifrit biasanya menjelma menjadi
harimau, dan binatang buas lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau
memelihara atau mengagumi mereka.
Jika anda memasukkan jin ras ifrit ke
badan anda lalu bersetubuh dengan pasangan anda, maka anak anda akan menuai
hasilnya, ada genetika ras ifrit di dalam badan sang anak sehingga anak anda
akan bisa terkadang melihat jin, bahayanya lagi jika anak anda menjadi pemurung
nanti bisa-bisa menjadi psikopat atau kriminil bahkan dukun ilmu hitam wwkwk.
Sebab jin memiliki sifat pencemburu, penyendiri karena memendam emosi dan mudah
terbakar emosi, dan genetika sifat ini bisa dimiliki anak anda. Bisa saja anak
anda akan memiliki kepribadian ganda akibat memiliki dua sifat yaitu dari
genetika sisi manusiawi dan genetika ifrit. Tentunya mereka akan menyukai
hal-hal ghaib dan metafisika atau supernatural sebab ifrit dari golongan ghaib
dan itu bisa jadi akses kesesatan jika anak anda salah persepsi mengenai
pengetahuan ghaib, dia bisa beranggapan bahwa dia sebenarnya malaikat, dewa,
setan atau bahkan alien. Naudzubillah min dzalik!!!!!!
(perlu dicatat kalau aka punya later
ego atau kepribadian lain / ganda itu karena saya sejak kecil terlalu suka baca
komik jadi saya memainkan roleplay :p dan mengembangkan transpersonal psikologi
:p ayah saya alhamdulillah anti dengan hal-hal itu, hufthhhh -,-“ #antisipasi
fitnah #sudah sering difitnah, ngga akan mau-mau lagi dwech)
Jin ras ifrit tidak hanya disewakan
oleh ratu dan raja yang memimpin kerajaan bangsa iblis, mereka juga ada dari
peranakan jin al-jan lokal dan internasional hahaha…
Contoh, al-jan ada dua ras yaitu al-jan
yang tinggal di bumi dan di luar planet bumi, mereka memiliki tingkat
kecerdasan dan bentuk literatur budaya yang berbeda. Nah..
Al-jan yang hidup di bumi seperti jin
manusiawi, bisa juga menikah dengan jin ras lain seperti ifrit. Bisa saja jin
Afrika menikah dengan jin Arab, atau jin Amerika dengan jin Perancis. Sama
halnya dengan manusia mereka memiliki budaya berbeda. Nah.. kalau al-jan suka
makan esensi bunga, buah dan air maka beda dengan jenis ifrit peranakan al-jan
suka makan esensi daging, sementara ifrit peranakan jin bangsa iblis suka makan
esensi darah :v :v dan jin keturunan iblis suka makan sesensi jiwa! Nah
loh!!!!! Teu dari mana gw? Dream walking doank sich -,- makanya satanis itu
menjual jiwa ke iblis, read aja topic-topik satanis :X
Selain itu ada juga jin ras ifrit yang
hidup di badan manusia biasa layaknya setan, meskipun si manusia tidak
melakukan kontrak untuk memiliki khadam, tetapi jin ifrit yang berkeliaran liar
tanpa tempat tinggal resmi karena melarikan diri dari kerajaan iblis atau
mungkin jin peranakan bangsa al-jan dan ifrit non-blok sangat suka menghuni
badan manusia yang tergila-gila dengan music, seks, hamr (minuman memabukkan) dan
amarah. Jin ifrit yang keturunan al-jan biasanya ada yang JINAK, mereka suka
dengan seni lukis, seni music dan lain-lain. Sementara jenis yang LIAR suka
menghuni manusia yang hoby banget marah-marah sampai tawuran, pegulat, petinju,
karate, ilmu kanuragan dan lain-lain. Jenis ifrit peranakan al-jan yang jinak
biasanya mau juga ikut orang berbakat kanuragan yang beribadah kepada Allah
sebagai khadam tetapi kejinakan mereka ini belum menandakan mereka muslim.
Karena badan manusia yang menikmati
music seperti badan manusia yang meminum arak, ada nuansa mabuk oleh lagu sama
seperti mabuk oleh hamr.
Karena badan manusia penggemar seks
sama seperti badan manusia penggemar amarah/ambisi,
Yaitu adanya rasa kepuasan dan
kebebasan tanpa peduli akan Allah.
Dan dari itu semua adalah satu kesamaan
yang ifrit cari, yaitu suhu panas yang nikmat dalam tubuh manusia. Karena dari
kegiatan itu semua hanya membangkitkan hawa panas dalam batin, jiwa, cakra dan
kesadaran manusia. Dan jenis ifrit seperti ini tidak segan-segan menggoda
manusia agar melakukan maksiat sebab mereka membutuhkan suhu hangat dan sensasi
itu dari dalam tempat mereka bernaung, tubuh seseorang.
Bayangkan jika anda orgasme atau onani,
maka anda bersama dengan jin itu dalam badan anda, apa yang akan terjadi pada
sperma dan ovum anda? Jika juga bercampur dengan milik jin? Naudzubillah min
dzalik, masa iya jadi tuyul gitu?
Nah!!!!!....
Jangan khawatir, ada beberapa dari
teman aka yang tubuhnya dijadikan rumah jin ifrit, mereka berkata kepada aka,
bagaimana cara mengatasinya. Kemungkinan besar dari yang aka teliti beberapa
tipe manusia yang disusupi ifrit mereka menjadi bisa melihat hantu dsb. Selain
itu mengidap bipolar, kemalasan luar biasa, sering bermurung diri dan menyepi
(anti social).
Jika anda suka dengan music dan
ketagihan mendengarkan mp3, suka bermain game dan lupa waktu, malas bangun
tidur, suka menyepi dan tidak gemar bergaul, murung dan sering galau, memiliki
kepribadian ganda (suka bertengkar dalam pikiran dengan diri sendiri) dan susah
membedakan mana kenyataan dan halusinasi, kemungkinan besar anda disusupi
mahluk satu ini.
Aka pernah menyarankan ke beberapa
teman salah satunya adalah mendengarkan MP3 Adzan sebelum tidur dan sesudah
bangun tidur, agar otak kita kebal terhadap bisikan maksiyat, ingat otak kita
mengendalikan semua indra dan manusia mengkonfirmasi komunikasi yang masuk
kepada mereka melalui otak termasuk bisikan jin sekalipun. Paling tidak lakukan
selama 7 menit membaca ayat suci al-qur’an dengan mata menghadap tulisannya
untuk terapi agar otak kita terlepas dari visual-visual maksiat.
Terkadang manusia di dalam
angan-angannya terbayang tanpa sengaja visual ketelanjangan atau pembunuhan,
ini datang bisa saja dari memori otak yang merekam sesuatu sebelumnya atau
ilusi ciptaan jin yang ingin menggoda kita, melihat kalimat suci al-qur’an bisa
membantu kita melepaskan diri dari itu semua. Terlebih jika anda berbakat
intuisi dan sering mendapatkan vision bencana alam di masa depan, akan cocok
sekali menggunakan terapi ini agar anda tidak terkena vision palsu/ilusi buatan
jin. Terlebih jika anda praktisi supernatural yang gemar menerawang lewat mata
tiga. Sementara untuk terapi mata batin dan mata ruhani anda bisa melakukan
ibadah layaknya segemarnya anda dalam rahasia anda.
Ada lagi jenis jin yaitu Qarin.. atau
pendamping manusia, masih banyak perdebatan sih, sebenarnya Qarin jin itu sifat
seperti setan atau kah ras jin!!?.
Tapi pernah aka bertemu dengan kembaran
aka, dia menangis dan mengenakan mukena hitam dan asap hitam keluar dari
dirinya, dia merajuk karena aka shalatnya bolong-bolong. Hew hew… semenjak dia jatuh
cinta kepada ajaran islam,, justru dia lebih religious dibandingkan aka.
Hedewh…
Pernah juga aka bertemu kembaran aka
dan sosoknya berbeda, cantik dan mengenakan mukena bercahaya putih, dia
menunjuk ke langit dengan telunjuknya dan mengatakan 3x dengan tegas ‘iblis
adalah musuh kita!’ hehehe… nah jadi itu qarin malaikat, jadi qarin bagi aka bukan
sifat *menurut aka.. insyaAllah..
Jin qarin ini seperti mahluk, jika anda
melihat Jin qarin jangan melihat kemana-mana sebagai perumpamaannya, anggaplah
sifat mereka seperti anak kecil yang bandel huuuuuh!, mau ini dan mau itu
(mudah kepincut iklan TV sama benda-benda bagus ditoko, apa-apa mudah ingin
punya), pemalas (tidak suka disuruh-suruh, maunya mencari kesenangan dan
bermain-main, malas berjuang dan serius untuk belajar di sekolah), manja (ini
juga kadang membuat mudah cemburu jika melihat dirinya tidak sebahagia orang
lain) dan selaalu ingin bebas bermain (egoism dan suka memperhatikan diri
sendiri), ingin tahu (kepo, ini justru bisa bikin tersesat kalau salah
info/guru) dan jika sudah terbawa suasana dia akan semakin inginkan sesuatu
hingga memaksa manusia yang dia temani untuk terjun kepada keinginannya
(sekalipun menjadi LGBT, pembunuh, perampok, black hat hacker dll).
Itulah mengapa mereka disebut sebagai
ujian bagi kita!!!,
Tetapi mereka bisa dibujuk dan diajak
masuk islam!!.
Nah cara membujuk mereka bisa dengan
memberikan kasih sayang, pengertian, dan ajakan-ajakan dengan cara yang baik
selayaknya membujuk seorang anak kecil.
Sebetapa tua pun kita mereka akan tetap
bersikap seperti anak kecil, itulah qarin jin.
Karena itu Nabi Muhammad Rasulullah
bisa mengislamkan jin qarinnya dengan bantuan Allah. Kita bisa memohon kepada
Allah supaya bisa membuat qarin kita merasakan kasih Allah, dibukakan pintu
batinnya agar bisa melihat dunia luas dan menjalani hidup manusiawi bersama
kita, bekerjasama dalam beribadah dan mengidamkan surga Allah dan mati disisi Allah, Aamien.
Itu yang aka rasakan dulu, setidaknya
saat aka terpojok di kehidupan aka dan ingin balas dendam, ada sisi membisik
kepada aka supaya berfikir kembali. Dan disisi lain ada bisikan jahat supaya
mengabaikannya, manusia memiliki akal sempurna untuk memilih dan jika memiliki
ketakutan pada Allah maka kita akan cenderung memilih sisi yang mendekatkan
kepada Allah, dari situ aka bujuk sisi jahat itu supaya mau berbahagia bersama
aka menjalani hidup ini dengan cara yang sehat dan sportif, dan dari situ dia
menyetujui saat aka menyampaikan bahwa Allah secara hakiki menurunkan kita
semua dengan kasihNya bukan karena benci lalu menguji kita tetapi sayang
kemudian mendidik kita supaya lebih kuat. Meski seringnya aka juga masih suka
depresi dan merasa gagal lalu putus asa, tapi jangan sampai seputus asa Iblis
yang tidak akan pernah diberikan kesempatan ke dua untuk masuk surga Allah, dan
dari teori inilah qarin jin aka jadi JINAK.
Jadi kesimpulannya, setan itu adalah
jenis akal. Hahaha ngga nyambung aka!!..
Setan kan kosakata yach, artinya jauh
dari rahmat Allah. Nah, nah nah, yang menjauhkan siapa? Akal.. akal kita yang
mendekatkan dan menjauhkan kita pada dan dari Allah (duh oyong kepala saya
ngetik ini semua eh… whats hepen aya naon)
Manusia memiliki akal yang sempurna,
menuruti godaan ataukah menolaknya, jika kita memilih hal yang menjauhkan kita
dari Allah maka akal kita itulah setan yang menjadikan kita sebagai manusia
setan!!!!!.. ahhh dasar setan eheehe.. bagaimana dengan keinginan? Manusia juga
memiliki keinginan? Hei, nafsu itu justru ujian bukan anugrah sih, dikasih
pisau bisa untuk memasak dan membunuh itulah nafsu :v
Bagaimana dengan akal?
Ada juga sich yang bilang ke aka…
Hey aka, kalau gitu manusia itu mahluk
tipe apa?
Kalau al-jan mahluk haus peradaban,
malaikat haus akan perintah Allah, jin ifrit haus akan kepuasan emosi, al-ghul
haus akan kekuatan sihir alam, binatang haus akan makanan dan minuman, iblis
haus akan keagungan, dan setan bangsa iblis haus akan darah.. terus manusia
haus akan apa? Ilmu.
Jika jin ifrit menggoda manusia agar
telanjang, berpakaian mini, mendengarkan music, bermain game terus, mencintai
sesame jenis,
Jika al-ghul menggoda agar manusia
mendekat kea lam dan akhirnya menguasai sihir-sihir..
Jika setan bangsa iblis menggoda
manusia agar menjadi kanibal, dan memuja iblis (menjadi satanis)..
Jika iblis menggoda manusia agar mereka
mengaku sebagai nabi dan tuhan..
Jika qarin jin menggoda agar manusia
bermalas-malasan..
Jika binatang menggoda manusia agar
hidup liar seperti mereka (wkwkwk mana bisa binatang menggoda, manusianya aja
kali ya yang iri dengan kenikmatan hidup jadi binatang yang ngga butuh uang
wkwkwk tetap intinya adalah…)
Cukup akal sempurna yang waras!! Agar
bisa selamat dari godaan mereka semua sehingga Allah mengadakan ilmu agar terus
dicari dan digali manusia mulai dari saat manusia sudah lahir dan diayun hingga
sampai mati dan di kubur di tanah..
Sebuah rangkuman penuh hikmah, kaya akan
khazanah ilmu pengetahuan-Nya yang menandakan akan Kemaha Besaran-Nya. Maka
hanya bagi manusia yang berakallah yang dapat mampu menangkap signal signal
ke-Agungan-Nya di alam sekitarnya. (QS.3.Ali
‘imran:190).
Itulah mengapa manusia diciptakan bodoh
agar bisa menikmati rasanya mencari ilmu di kehidupan ini. Kenikmatan mencari
ilmu yang menunjukkan bukti adanya Allah, dan ilmu yang menunjukkan bahwa
manusia memang menyembah Allah sejak awal sebelum mereka dilahirkan dan setelah
mereka dibangkitkan dari kematian.
Jadi sudah ada gambaran kah sekarang?
Kita lanjut ke bab selanjutnya, yaitu
perjanjian Allah kepada manusia sebelum mereka terjun ke bumi sebagai manusia..
Ruh manusia!.. banyak yang beranggapan bahwa Ruh manusia adalah bagian dari
Dzat Allah, sehingga terjadilah energy hidup yang menghidupkan benda ciptaan
Allah. Dan ruh akan kembali kepada Allah dan Ruh adalah urusan Allah. Tidak ada
yang tahu apa yang terjadi setelah ruh
dicabut dari badan mahluk hidup.
Asal Ruh-ruh Manusia
Alquran sebagaimana ayat Al-Hadid ayat
8.“Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu
supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah
mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang-orang yang beriman”. (QS. Al
Hadid, 57:8)
Dalam sebuah hadist riwayat Iman
Tirmidzi Rasulullah SAW bersabda bahwa saat penciptaan adam Allah mengusap
punggung Adam lalu dari punggung tersebut keluar setiap ruh yang menyerupai
biji atom yang berjatuhan. Ruh tersebut kemudian dijadikan berpasangan-pasangan
lalu diambil janji dan kesaksiannya.
Hal ini diperkuat dalam QS Al A’raaf
Ayat 172 tentang Syahadatnya jiwa manusia sebelum ke Alam Dunia. “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan
keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian
terhadap jiwa mereka (seraya berfirman)“Bukankah Aku ini Tuhanmu?”mereka
menjawab,“Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang
demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan,“Sesungguhnya kami
(Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke-Esaan Tuhan)”. (QS.
Al A’raaf, 7 : 172)
Dari ayat tersebut diketahui bahwa ruh
manusia sudah mengakui keesaan Allah SWT. Ini disaksikan oleh Nabi Adam dan
penduduk langit sebagai saksi . Perjanjian ini tidak akan pernah diingat
manusia karena fitrah manusia sebenarnya adalah pelupa. Manusia kemudian lahir
dalam keadaaan suci. Orang tuanya lah yang membuatnya beragama selain Islam.
Namun ini bukan alasan manusia bisa
mengelak atas janjinya kepada Allah SWT di akhirat kelak. Karena manusia
dibekali akal dan pikiran untuk menentukan jalan kebenaran. Allah SWT juga
sudah mengutus Nabi dan Rasul-Nya untuk mengingatkan kembali tentang perjanjian
tersebut. Namun manusia tetap saja ingkar.
Manusia secara fitrah memang melupakan
perjanjian tersebut. Karena itu kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap
manusia adalah sesungguhnya tidak ada satu jiwa pun yang lahir ke dunia ini,
kecuali Allah telah mengambil perjanjian dan kesaksian mereka ketika di alam
ruh bahwa, Allah adalah Rabb mereka, dan Allah melakukan hal ini agar
mengujinya dalam kehidupan dunia agar pada hari akhirat nanti tidak ada satupun
manusia yang akan mengingkari tentang keEsaan Allah. Kenapa Allah membutuhkan
kepatuhan mahluknya? Sesungguhnya Allah bisa menciptakan mahluknya sempurna
agar bisa 100% taat dan tidak melanggar ketentuanNya tetapi itu mustahil karena
tidak ada tiruan sesempurna Allah. Tidak ada wadah jiwa pun yang bisa menerima
kesempurnaan agar bisa sejalan dengan Allah. Karena Allah memiliki sifat Dzat
keagungan yang maha dasyat tidak akan ada yang bisa menampungnya kecuali
mengingatnya saja. Karena Allah itu maha tunggal. Kul hu ALLAHU AHAD!.
Nah…
Ruh kita ternyata adalah redusi ruh
nabi Adam, bukan nafas baru dari Allah. Tidak heran sekarang mengapa kita serba
kekurangan dan bodoh bukan? Bagaimana dengan ruh para kekasih Allah. Mereka
berasal dari redusi nur atau cahaya mahluk kecintaan Allah bernama Muhammad,
disebut Nur Muhammad. Setelah Nur Muhammad atau cahaya Muhammad diciptakan dan
melihat Allah, di ketakutan dan kemudian berkeringat, dari butiran keringatnya
itu kemudia menjadi ruh para kekasih Allah.
Bagaimana dengan Jiwa dan Nyawa, dalam pendapat
aka, nyawa itu energi hasil produksi ruh pada badan kita. Nyawa itu energy bertegangan
tinggi karena itu mahluk hidup memiliki potensi untuk melakukan sesuatu baik
merasakan, berfikir dan bekerja, karena ruh memproduksinya setelah menyatu
dengan darah daging kita, jika ruh dicabut maka tidak aka nada lagi produksi
nyawa dan tubuh langsung off. Sementara jiwa adalah jati diri sadar yang
tercetak dibadan kita setelah kita bisa sadar akibat menyatu dengan badan kita,
seperti cetakan/rekaman.
Seperti lampu, Ruh (dynamo) adalah
pembangun yang bisa menghasilkan nyawa (listrik) dan jika menyalur ke darah
daging kita (lampu) maka akan bersinarlah cahaya (nyawa), semakin lama lampu
yang terang dipandang oleh mata, saat mata memejam maka ada bekas visual serupa
cahaya lampu di retina kita (jiwa).
Anehnya X”D bangsa iblis membutuhkan
jiwa manusia agar mereka bisa mencetak dengan sihir atau agar bisa membentuk
kamuflase sosok baru. Aka teringat mereka butuh jiwa roro kidul agar bangsa
iblis bisa menjelma jadi sosok ratu roro kidul dan menipu banyak manusia.
Kerajaan mereka juga fake, tampilan wow karena ada banyak cetakan dan rekaman
yang sihir agar bisa berubah dari yang awalnya buruk rupa jadi war byasah!
Kritik aka dong ^_^! Makasi sudah baca ya guys!!! Jazakumullah bi hairan wal
ahsan!!
Suatu hari Sayidina Ali, karamallahu wajhahu, misan dan menantu Nabi Suci SAW bertanya,
"Wahai (Nabi) Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’ala sebelum semua makhluk ciptaan?"
Beliau menjawab : "Sesungguhnya, sebelum Rabbmu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya nur Nabimu."
Di Hadist yang lain, yang diiiwayatkan dari Abdurrazaq ra yang diterimanya dari Jabir ra, bahwa Jabir pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, apakah yang mula-mula sekali Allah jadikan?".
Rasulullah saw menjawab : "Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah nur Nabimu dari Nur-Nya."
Nur Muhammad itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini. Nur Muhammad dianugerahi tujuh lautan : Laut Ilmu, Laut Latif, Laut Pikir, Laut Sabar, Laut Akal, Laut Rahman, dan Laut Cahaya.
Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena. dari bagian kedua lawhal-mahfudz, dari bagian ketiga ‘Arsy”.
Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawhal-mahfudz dan Pena. Pada pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?"
Allah berfirman, “Tulislah : la ilaha illallah,Muhammadan Rasulullah”.
Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci, ya Allah".
Allah kemudian berfirman, "Wahai Pena, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama Kekasih-Ku, dari Nurnya Aku menciptakan ‘Arsy dan Pena dan lawhal-mahfudz; kamu, juga diciptakan dari Nurnya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun”.
Ketika Allah SWT telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya kepada Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujungnya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia Ilahiah yang agung.
Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !”.
Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?". Berfirman Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini: Bismillah al-Rahman al-Rahim."
Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfudz), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun.
Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah SWT berfirman "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama-Ku; Nama Keagungan-Ku, Kasih Sayang-Ku dan Empati-Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih-Ku Muhammad. Dengan Keagungan-Ku, Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan.”
“Sekarang (selanjutnya), bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian: Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-‘Arsy); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, ‘Arsy); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluk) langit lainnya.”
“kemudian bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian Kedua Aku membuat bumi-bumi, dari bagian ketiga Aku membuat jinn dan api.”
“Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad SAW”.
Ruh yang cantik ini diciptakan 360.000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat (paling) cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan Kepalanya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati. Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah). Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, pipinya dari cinta dan kehati-hatian, perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.
Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi di atas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
Kemudian Allah SWT menciptakan sebuah pohon yang dinamakan Syajaratul Yaqin. Tangkainya berjumlah empat. Kemudian diletakanlah Nur Muhammad pada pohon tersebut. Namun, kehadiran Nur Muhammad, itu membuat pohon bergetar hebat hingga berubah menjadi permata putih. Sedangkan Nur Muhammad memuji bertasbih ke hadirat Allah Ta’ala 70.000 tahun lamanya. Pada permata tersebut, Nur Muhammad mencoba bercermin. Wajahnya begitu indah dilihat. Bentuknya seperti burung merak, dan pakaiannya demikian indah. Dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian ia bersujud lima kali.
Allah SWT melihatnya, membuat Nur tersebut merasa malu dan takut. Lalu keluar keringat dari kepalanya. Dari keringat tersebut Allah SWT menciptakan nyawa malaikat. Dari keringat wajahnya, diciptakanlah nyawa ‘Arsy, matahari, bulan, bintang, dan apa-apa yang ada di langit. Keringat dadanya menjadi bahan untuk menciptakan nyawa para rasul, nabi, wali, ulama, dan orang orang shaleh. Adapun keringat yang muncul dari keningnya, diciptakanlah nyawa orang-orang mukmin dari umat Nabi Muhammad saw. Dari keringat kedua telinganya, diciptakan oleh Allah SWT nyawa orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang kafir, dan sesat. Sedangkan keringat kakinya di antaranya menjadi isi bumi.
Pada waktu selanjutnya Allah SWT menciptakan lentera akik yang merah yang cahayanya menembus ke dalam dan keluar. Lalu Nur Muhammad dimasukkan ke dalam lentera tersebut. Berada di dalamnya dalam posisi berdiri. Sementara nyawa-nyawa yang sudah tercipta berada di luar. Seluruhnya membaca "Subhanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallahu akbar". 1.000 tahun lamanya nyawa-nyawa itu diperintahkan Allah SWT untuk melihat ke diri Nur Muhammad.
Nyawa yang berhasil melihat kepala Nur Muhammad, maka ia akan ditakdirkan menjadi pemimpin/penguasa. Siapa yang melihat ubun-ubunnya, itulah mereka yang akan menjadi guru/pendidik yang jujur. Siapa yang melihat matanya, ia akan menjadi hafidz (penghapal Al Quran).
Mereka yang memandang telinganya akan menjadi mereka yang menerima peringatan dan nasehat. Adapun yang bisa melihat hidungngya, mereka itu akan menjadi ahli bicara atau dokter. Sedangkan mereka nyawa-nyawa yang berhasil melihat bibir Nur Muhammad, ia akan ditakdirkan menjadi seorang menteri. Nyawa yang melihat bagian giginya maka wajahnya kelak akan cantik rupawan, ia yang bisa melihat lidahnya, akan jadilah utusan/duta raja-raja. Apabila yang dilihat lehernya, ditakdirkanlah menjadi orang berdagang dan usahawan. Apabila tengkuk yang bisa dilihatnya, akan jadilah seorang tentara. Mereka yang berhasil melihat kedua lengan tangannya, maka akan jadi perwira. Jika sikut kanannya yang dilihat, Allah SWT akan menjadikan dirinya berkehidupan dalam dunia tekstil, sedangkan kalau sikut Kirinya, ia akan menjadi orang yang pernah membunuh. Serta, jika dadanya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi ulama yang disegani. Bila bagian belakang, ia akan ditakdirkan menjadi para ahli sosial kemasyarakatan. Dan jika hanya bayangannya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi orang yang berkecimpung dalam bidang seni.
Barang siapa melihat tenggorokannya yang penuh barokah akan menjadi khatib dan mu’adzin (yang mengumandangkan adzan). Barang siapa memandang janggutnya akan menjadi pejuang di jalan Allah. Barang siapa memandang lengan atasnya akan menjadi seorang pemanah atau pengemudi kapal laut. Siapa yang melihat tangan kananya akan menjadi seorang pemimpin, dan siapa yang melihat tangan kirinya akan menjadi seorang pembagi (yang menguasai timbangan dan mengukur suatu kebutuhan hidup).
Siapa yang melihat telapak tangannya menjadi seorang yang gemar memberi; siapa yang melihat belakang tangannya akan menjadi kolektor. Siapa yang melihat bagian dalam dari tangan kanannya menjadi seorang pelukis; siapa yang melihat ujung jari tangan kanannya akan menjadi seorang calligrapher, dan siapa yang melihat ujung jari tangan kirinya akan menjadi seorang pandai besi. Siapa yang melihat dadanya yang penuh barokah akan menjadi seorang terpelajar meninggalkan keduniaan (ascetic) dan berilmu.
Siapa yang melihat punggungnya akan menjadi seorang yang rendah hati dan patuh pada hukum syari’at. Siapa yang melihat sisi badannya yang penuh barokah akan menjadi seorang pejuang. Siapa yang melihat perutnya akan menjadi orang yang puas, dan siapa yang melihat lutut kanannya akan menjadi mereka yang melaksanakan ruku dan sujud. Siapa yang melihat kakinya yang penuh barokah akan menjadi seorang pemburu, dan siapa yang melihat telapak kakinya menjadi mereka yang suka bepergian. Siapa yang melihat bayangannya akan mejadi penyanyi dan pemain saz (lute).
Semua yang memandang tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum takberiman, pemuja api dan pemuja patung. Mereka yang tidak memandang sama sekali akan menjadi mereka yang akan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan, seperti Namrudz, Firaun, dan sejenisnya.
Kini semua ruh itu diatur dalam empat baris. Di baris pertama berdiri ruh para nabi dan rasul, a.s, di baris kedua ditempatkan ruh para orang suci, para sahabat, di baris ketiga berdiri ruh kaum beriman, laki – laki dan perempuan. Di baris ke empat berdiri ruh kaum tak beriman.
Semua ruh ini tetap berada dalam dunia ruh di hadhirat Allah SWT sampai waktu mereka tiba untuk dikirim ke dunia fisik. Tidak seorang pun tahu kecuali Allah SWT yang tahu berapa selang waktu dari waktu diciptakannya ruh penuh barokah Nabi Muhammad sampai diturunkannya dia dari dunia ruh ke bentuk fisiknya itu.
Diceritakan bahwa Nabi Suci Muhammad SAW bertanya kepada malaikat Jibril , "Berapa lama sejak engkau diciptakan?" Malaikat itu menjawab, "Ya Rasulullah, saya tidak tahu jumlah tahunnya, yang saya tahu bahwa setiap 70.000 tahun seberkas cahaya gilang gemilang menyorot keluar dari belakang kubah Singgasana Ilahiah: sejak waktu saya diciptakan cahaya ini muncul 12.000 kali."
"Apakah engkau tahu apakah cahaya itu?" bertanya Nabi Muhammad SAW
"Tidak, saya tidak tahu," berkata malaikat itu.
"Itu adalah Nur ruhku dalam dunia ruh, jawab Nabi Suci SAW”.
Pertimbangkan kemudian, berapa besar jumlah itu, jika 70.000 dikalikan 12.000 !
catatan :
Beberapa kalangan dalam ummat Islam mempersoalkan konsep Nur Muhammad (Cahaya Muhammad atau Ruh Muhammad) sebagai suatu konsep yang tidak memiliki dasar dalam ‘aqidah Islam. Padahal, berdasarkan data-data yang kuat, konsep Nur Muhammad adalah suatu konsep ‘aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang diterima dan diakui oleh ijma’ (konsensus) ulama ilmu kalam dan ulama’ tasawwuf dalam kurun waktu yang panjang, sebagai suatu konsep yang memiliki sumber dalilnya dari Qur’an dan Hadits Nabi sallallahu ‘alayhi wasallam. Konsep ‘aqidah Nur Muhammad salallahu ‘alayhi wasallam menyatakan antara lain bahwa cahaya atau ruh dari Nabi Besar Muhammad sallallahu ‘alayhi wasallam adalah makhluk pertama yang diciptakan sang Khaliq, Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kemudian darinya, Dia Subhanahu wa Ta’ala menciptakan makhluk-makhluk lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam sebagai Nuur (cahaya), atau sebagai "Siraajan Muniiran" (makna literal: Lampu yang Bercahaya).























Tidak ada komentar:
Posting Komentar